| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Orang Kudus hari ini: 26 September 2026 St. Kosmas dan Damianus, Martir





 Hari ini adalah Peringatan Fakultatif Santo Kosmas dan Santo Damianus (wafat tahun 303). Ini merupakan salah satu pesta peringatan tertua dalam Gereja; kedua martir ini telah dihormati baik di Timur maupun Barat melalui berbagai cara, termasuk pembangunan gereja-gereja untuk menghormati mereka di Roma dan Konstantinopel. Bersama dengan Santo Lukas, mereka adalah santo pelindung para dokter. Hanya sedikit yang diketahui mengenai sejarah mereka yang sesungguhnya, namun legenda yang sampai kepada kita berasal dari masa yang sangat awal.

Santo Kosmas dan Santo Damianus dihormati di Timur sebagai "mereka yang tanpa bayaran" (moneyless ones) karena mereka mempraktikkan ilmu kedokteran secara cuma-cuma. Menurut legenda, mereka adalah saudara kembar yang lahir di Arabia, menempuh pendidikan di Suriah, dan menjadi dokter yang ahli. Mereka konon tinggal di Teluk Alexandretta di wilayah Kilikia, yang kini merupakan bagian dari Turki.

Sabtu, 26 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV

 
Sabtu, 26 September 2026
Hari Biasa Pekan XXV
  
“Janganlah kita tergesa-gesa, seolah-olah waktu yang dipersembahkan kepada Kristus dalam doa hening adalah waktu yang terbuang sia-sia. Sebaliknya, justru pada saat itulah buah-buah pelayanan pastoral yang paling mengagumkan lahir. Tidak perlu berkecil hati karena kenyataan bahwa doa membutuhkan usaha, atau karena kesan bahwa Yesus tetap diam. Dia memang diam, tetapi Dia sedang bekerja.” - Paus Benediktus XVI, Pelayaran Apostolik di Polandia: Pertemuan dengan Para Klerus di Katedral St. Yohanes, Warsawa, 25 Mei 2006..
    

Antifon Pembuka (Pkh 12:8)

Kesia-siaan atas kesiaa-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah kesia-siaan.
  
Doa Pagi
    
   Allah Bapa kami yang Mahabaik, berkenanlah membuka telinga kami, agar dapat mendengar sabda-Mu, dan berilah kami kekuatan, agar dapat menyerupai Yesus Mesias, Hamba Kedamaian, yang membuka pandangan baru penuh harapan untuk hari kemudian. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
                



Bacaan dari Kitab Pengkhotbah (11:9-12:8)
    
"Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum debu kembali menjadi tanah seperti semula, dan roh kembali kepada Allah."
     
Bersukarialah, hai para pemuda, dalam kemudaanmu. Biarlah hatimu bergembira pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hati dan pandangan matamu. Tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan! Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena masa muda dan fajar hidup adalah kesia-siaan. Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan, ‘Tiada kesenangan bagiku di dalamnya’, sebelum matahari dan terang, bulan dan bintang-bintang menjadi gelap, dan awan-awan datang kembali sesudah hujan; pada waktu penjaga-penjaga rumah gemetar, dan orang-orang kuat membungkuk, dan wanita-wanita penggiling berhenti karena berkurang jumlahnya, dan yang melihat dari jendela semuanya menjadi kabur; sebelum pintu-pintu di tepi jalan tertutup, dan bunyi penggilingan menjadi lemah, dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi wanita tunduk; sebelum orang menjadi takut berdiri di ketinggian, dan ketakutan ada di jalan, sebelum pohon badam berbunga, dan belalang menyeret dirinya dengan susah payah, dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal, dan peratap-peratap berkeliaran di jalan; sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba dirusakkan di atas sumur, dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkotbah, segala sesuatu adalah kesia-siaan!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Dukung Pelayanan Renunganpagi.id


 Sahabat terkasih, terima kasih telah menjadikan renunganpagi.id bagian dari perjumpaan Anda dengan Tuhan hari ini. Kami sangat bersukacita jika renungan ini boleh menjadi saluran berkat yang menguatkan iman Anda.
Pelayanan ini dapat terus bertumbuh berkat kebaikan hati Anda. Jika Anda tergerak, persembahan kasih melalui QRIS akan menjadi benih kebaikan yang memampukan kami untuk terus menuntun orang-orang kembali pada kasih Kristus dan Gereja. Semoga kasih karunia Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah Anda.




Jumat, 25 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV

 
Jumat, 25 September 2026
Hari Biasa Pekan XXV
  
Membaca Kitab Suci berarti berpaling kepada Kristus untuk meminta nasihat (St. Fransiskus Assisi)
 
Antifon Pembuka (Mzm 144:1a-2abc)

Terpujilah Tuhan gunung batuku! Dialah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku.  
    
Doa Pagi 

Ya Allah, bukalah hati kami untuk semakin mengenal Putra-Mu yang telah Kauutus untuk menebus dosa-dosa kami. Semoga, kami Kauberi kekuatan untuk mengikuti jejak Putra-Mu itu, yaitu kerelaan untuk mengampuni sesama kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    

 
 
Bacaan dari Kitab Pengkhotbah (3:1-11)  
    
"Untuk segala sesuatu di bawah langit ada waktunya."
   
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Kamis, 24 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV

     
Kamis, 24 September 2026
Hari Biasa Pekan XXV
   
”Tak seorang pun dapat mempunyai Allah sebagai Bapa jika tidak mempunyai Gereja sebagai Bunda” (St. Siprianus)
    

Antifon Pembuka (
Pkh 1:9)
    
Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah terjadi akan terjadi lagi; tiada sesuatu pun yang baru di dunia ini.
  
Doa Pagi

Allah Bapa, sumber iman kepercayaan, ajarilah kami mengimani Dia, yang bagaikan Elia baru, mengajar kami menikmati kehadiran-Mu di tengah-tengah kami, yaitu Yesus Putra-Mu yang membaptis kami dengan Roh Kudus. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
 
 
 
Bacaan dari Kitab Pengkhotbah (1:2-11)
    
"Tiada sesuatu yang baru di bawah matahari."
     
Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia! Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. Segala sesuatu menjem
ukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak bosan-bosan melihat, telinga tidak puas-puas mendengar. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tiada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan, “Lihat, ini baru!” Tetapi sebenarnya hal itu dahulu sudah ada, lama sebelum kita. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datang pun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 23 September 2026 St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio)

 
Br. Jeffrey Pioquinto, SJ | Flickr / CC BY 2.0

Hari ini, Gereja memperingati Santo Pius dari Pietrelcina, atau yang lebih kita kenal sebagai Padre Pio, seorang imam Kapusin Fransiskan yang kesalehan dan kesuciannya diwarnai oleh berbagai mukjizat dan keajaiban. Panggilan sucinya untuk melayani Tuhan telah bersemai sejak usia muda, beriringan dengan pengalaman-pengalaman mistis dan penglihatan surgawi yang terus menyertainya di sepanjang hayat. Namun, perjalanannya untuk mengabdikan diri tidaklah mudah, sebab ia harus mengatasi keterbatasan pendidikannya serta didera berbagai masalah kesehatan yang terus menghantuinya bahkan hingga ia ditahbiskan menjadi imam. Penderitaan fisik ini kemudian berpuncak pada anugerah sekaligus salib yang sangat berat ketika ia menerima stigmata, menanggung luka-luka Kristus di tubuhnya sendiri.

Kemunculan stigmata tersebut lambat laun membuat nama Padre Pio dikenal luas, namun di saat yang sama, hal itu membawanya menelusuri tahun-tahun penuh keraguan, pertentangan, dan penganiayaan, bahkan dari hierarki Gereja yang meragukan keaslian mukjizatnya. Ia harus menanggung masa-masa kelam di mana ia dilarang merayakan Misa di depan umum atau berkhotbah, sementara di saat bersamaan ia juga mengalami penderitaan akibat serangan rohani dari si jahat. Meski didera badai pencobaan yang begitu hebat, semangatnya tidak pernah surut; ia justru merespons semuanya dengan kerendahan hati, ketaatan mutlak, dan hidup yang semakin tenggelam dalam doa. Ketabahannya ini pada akhirnya menarik semakin banyak jiwa yang datang untuk mencari bimbingannya, dan rahmat Tuhan pun terus mengalir melalui mukjizat-mukjizat bagi mereka yang bersentuhan dengan hamba-Nya ini.

Rabu, 23 September 2026 Peringatan Wajib St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio), Imam


Rabu, 23 September 2026
Peringatan Wajib St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio), Imam

“Doa adalah kunci yang membuka hati Tuhan” (St. Pius dari Pietrelcina)
       
Antifon Pembuka (Bdk. Luk 4:18)
  
Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.
   
The Spirit of the Lord is upon me, for he has anointed me and sent me to preach the good news to the poor, to heal the broken-hearted

Doa Pagi

Allah Bapa Yang Mahakuasa dan penuh belaskasih, Engkau sudah memasyhurkan Santo Padre Pio. Semoga berkat doa dan teladannya kami berusaha membawa sesama kepada cinta kasih Kristus dan dapat memperoleh kemuliaan abadi bersama mereka. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   




Bacaan dari Kitab Amsal (30:5-9)    
 
"Janganlah aku Kauberi kemiskinan atau kekayaan, melainkan hanyalah kebutuhan hidupku secukupnya."
    
Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta. Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy