Renungan Pagi
Benih itu melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus akan hidup selamanya.
| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |
CARI RENUNGAN
Orang Kudus hari ini: 26 September 2026 St. Kosmas dan Damianus, Martir
Sabtu, 26 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV
Hari Biasa Pekan XXV
“Janganlah kita tergesa-gesa, seolah-olah waktu yang dipersembahkan kepada Kristus dalam doa hening adalah waktu yang terbuang sia-sia. Sebaliknya, justru pada saat itulah buah-buah pelayanan pastoral yang paling mengagumkan lahir. Tidak perlu berkecil hati karena kenyataan bahwa doa membutuhkan usaha, atau karena kesan bahwa Yesus tetap diam. Dia memang diam, tetapi Dia sedang bekerja.” - Paus Benediktus XVI, Pelayaran Apostolik di Polandia: Pertemuan dengan Para Klerus di Katedral St. Yohanes, Warsawa, 25 Mei 2006..
Antifon Pembuka (Pkh 12:8)
Kesia-siaan atas kesiaa-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah kesia-siaan.
Doa Pagi
Allah Bapa kami yang Mahabaik, berkenanlah membuka telinga kami, agar dapat mendengar sabda-Mu, dan berilah kami kekuatan, agar dapat menyerupai Yesus Mesias, Hamba Kedamaian, yang membuka pandangan baru penuh harapan untuk hari kemudian. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Dukung Pelayanan Renunganpagi.id
Pelayanan ini dapat terus bertumbuh berkat kebaikan hati Anda. Jika Anda tergerak, persembahan kasih melalui QRIS akan menjadi benih kebaikan yang memampukan kami untuk terus menuntun orang-orang kembali pada kasih Kristus dan Gereja. Semoga kasih karunia Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah Anda.
Jumat, 25 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV
Hari Biasa Pekan XXV
Membaca Kitab Suci berarti berpaling kepada Kristus untuk meminta nasihat (St. Fransiskus Assisi)
Antifon Pembuka (Mzm 144:1a-2abc)
Terpujilah Tuhan gunung batuku! Dialah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku.
Doa Pagi
Ya Allah, bukalah hati kami untuk semakin mengenal Putra-Mu yang telah Kauutus untuk menebus dosa-dosa kami. Semoga, kami Kauberi kekuatan untuk mengikuti jejak Putra-Mu itu, yaitu kerelaan untuk mengampuni sesama kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Kamis, 24 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV
Hari Biasa Pekan XXV
”Tak seorang pun dapat mempunyai Allah sebagai Bapa jika tidak mempunyai Gereja sebagai Bunda” (St. Siprianus)
Antifon Pembuka (Pkh 1:9)
Doa Pagi
Allah Bapa, sumber iman kepercayaan, ajarilah kami mengimani Dia, yang bagaikan Elia baru, mengajar kami menikmati kehadiran-Mu di tengah-tengah kami, yaitu Yesus Putra-Mu yang membaptis kami dengan Roh Kudus. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia! Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. Segala sesuatu menjem
ukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak bosan-bosan melihat, telinga tidak puas-puas mendengar. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tiada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan, “Lihat, ini baru!” Tetapi sebenarnya hal itu dahulu sudah ada, lama sebelum kita. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datang pun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Orang Kudus hari ini: 23 September 2026 St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio)
![]() |
| Br. Jeffrey Pioquinto, SJ | Flickr / CC BY 2.0 |
Hari ini, Gereja memperingati Santo Pius dari Pietrelcina, atau yang lebih kita kenal sebagai Padre Pio, seorang imam Kapusin Fransiskan yang kesalehan dan kesuciannya diwarnai oleh berbagai mukjizat dan keajaiban. Panggilan sucinya untuk melayani Tuhan telah bersemai sejak usia muda, beriringan dengan pengalaman-pengalaman mistis dan penglihatan surgawi yang terus menyertainya di sepanjang hayat. Namun, perjalanannya untuk mengabdikan diri tidaklah mudah, sebab ia harus mengatasi keterbatasan pendidikannya serta didera berbagai masalah kesehatan yang terus menghantuinya bahkan hingga ia ditahbiskan menjadi imam. Penderitaan fisik ini kemudian berpuncak pada anugerah sekaligus salib yang sangat berat ketika ia menerima stigmata, menanggung luka-luka Kristus di tubuhnya sendiri.
Kemunculan stigmata tersebut lambat laun membuat nama Padre Pio dikenal luas, namun di saat yang sama, hal itu membawanya menelusuri tahun-tahun penuh keraguan, pertentangan, dan penganiayaan, bahkan dari hierarki Gereja yang meragukan keaslian mukjizatnya. Ia harus menanggung masa-masa kelam di mana ia dilarang merayakan Misa di depan umum atau berkhotbah, sementara di saat bersamaan ia juga mengalami penderitaan akibat serangan rohani dari si jahat. Meski didera badai pencobaan yang begitu hebat, semangatnya tidak pernah surut; ia justru merespons semuanya dengan kerendahan hati, ketaatan mutlak, dan hidup yang semakin tenggelam dalam doa. Ketabahannya ini pada akhirnya menarik semakin banyak jiwa yang datang untuk mencari bimbingannya, dan rahmat Tuhan pun terus mengalir melalui mukjizat-mukjizat bagi mereka yang bersentuhan dengan hamba-Nya ini.
Rabu, 23 September 2026 Peringatan Wajib St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio), Imam
Peringatan Wajib St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio), Imam
“Doa adalah kunci yang membuka hati Tuhan” (St. Pius dari Pietrelcina)
Antifon Pembuka (Bdk. Luk 4:18)
Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.
The Spirit of the Lord is upon me, for he has anointed me and sent me to preach the good news to the poor, to heal the broken-hearted
Doa Pagi
Allah Bapa Yang Mahakuasa dan penuh belaskasih, Engkau sudah memasyhurkan Santo Padre Pio. Semoga berkat doa dan teladannya kami berusaha membawa sesama kepada cinta kasih Kristus dan dapat memperoleh kemuliaan abadi bersama mereka. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id










