| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Senin, 28 September 2026 Hari Biasa Pekan XXVI

 

Senin, 28 September 2026
Hari Biasa Pekan XXVI
    
“Ekaristi berkaitan dengan sengsara Kristus. Apabila Yesus tidak menetapkan Ekaristi, kita akan melupakan peristiwa penyaliban. Penyaliban akan terlupakan dalam masa lalu, dan kita akan lupa bahwa Yesus mengasihi kita. Ada pepatah kalau jauh dari mata, maka jauh dari hati. Untuk memastikan agar kita tidak lupa, Yesus memberikan Ekaristi kepada kita sebagai peringatan akan cinta kasih-Nya. Saat kamu memandang salib, kamu memahami betapa Yesus mencintaimu pada waktu itu. Saat kamu memandang Hosti Kudus, kamu memahami betapa Yesus mencintaimu sekarang.” — St. Teresa dari Kalkuta
   
Antifon Pembuka (Ayb 1:21)

Tuhan telah memberi. Tuhan telah mengambil. Seturut kehendak Tuhanlah semuanya terjadi. Terpujilah nama-Nya.

Doa Pagi 

Allah Bapa kami yang Mahakudus, terpujilah nama-Mu, karena Engkau telah memberi kami napas kehidupan, dan tempat tinggal berkat sabda Putra-Mu terkasih. Kami mohon, semoga telinga kami tetap terbuka, agar dapat mendengarkan segala sabda-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
Gambar oleh: pxfuel.com (CC)

Bacaan dari Kitab Ayub (1:6-22)   
   
“Kesalehan Ayub dicoba.”
 
Pada suatu hari anak-anak Allah datang menghadap Tuhan, dan di antara mereka datanglah juga iblis. Maka bertanyalah Tuhan kepada iblis, "Dari manakah engkau?" Jawab iblis, "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi." Lalu bertanyalah Tuhan kepada iblis, "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tidak seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Lalu jawab iblis kepada Tuhan: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Maka firman Tuhan kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyai ada dalam kuasamu. Hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah iblis dari hadapan Tuhan. Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum angur di rumah saudara mereka yang sulung, datanglah seorang persuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya, datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara ornag itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun. Rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan.” Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembahnya, katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 28 September 2026 St. Wenseslaus, Martir dan St. Laurensius, Ruiz dan Para Martir Jepang

Ablakok | CC BY-SA 4.0
 
 
 Hari ini, Gereja memperingati Santo Wenceslaus, seorang tokoh besar yang mengabdi kepada Allah dan menjabat sebagai Adipati Bohemia pada awal Abad Pertengahan. Ia adalah sosok yang hebat dan jujur, serta berdedikasi penuh pada perannya sebagai pemimpin bagi negeri dan rakyatnya. Pada masa itu, wilayah Bohemia—yang kini menjadi bagian dari Republik Ceko—baru saja memeluk agama Kristen, sementara sebagian besar penduduknya masih memegang teguh kepercayaan dan keyakinan pagan lama mereka. Berbagai upaya Santo Wenseslaus berperan penting tidak hanya dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyatnya, tetapi juga dalam meletakkan fondasi yang kokoh bagi Gereja dan iman di tengah masyarakat; ia pun tanpa lelah berjuang demi kemajuan karya Tuhan dan Gereja-Nya. Sayangnya, ia terjebak dalam intrik politik istana; pertentangan terhadap dirinya dan pemerintahannya berujung pada pembunuhan dirinya akibat persekongkolan dengan saudara kandungnya sendiri, sehingga ia wafat sebagai martir iman.
Fr. Lawrence, OP (CC)

Selain itu, hari ini juga diperingati Pesta Para Martir Suci Jepang, yakni Santo Laurensius Ruiz beserta rekan-rekan martirnya. Santo Laurensius Ruiz—yang lebih dikenal sebagai Santo Lorenzo Ruiz—bukanlah orang Jepang, melainkan berasal dari Filipina. Ia sempat dituduh melakukan kejahatan secara keliru sehingga harus mencari perlindungan ke luar negeri; perjalanannya membawa ia sampai ke Jepang setelah menumpang kapal yang juga ditumpangi oleh beberapa imam Katolik dari Makau yang berusaha memasuki negara itu secara diam-diam. Pada masa itu, Jepang di bawah pemerintahan Keshogunan Tokugawa telah menutup diri terhadap orang asing—kecuali segelintir pedagang—serta secara khusus melarang agama Kristen dan para misionarisnya. Umat Kristen, misionaris asing, maupun klerus setempat mengalami penganiayaan berat, dan banyak di antara mereka yang gugur sebagai martir demi iman mereka.

Bacaan Harian: 28 September - 04 Oktober 2026

Senin, 28 September: Hari Biasa Pekan XXVI (H). 
Pfak St. Wenseslaus, St. Laurensius Ruiz, dkk
Ayb 1:6-22; Mzm 17:1.2-3.6-7; Luk 9:46-50. 
 
Selasa, 29 September: Pesta St. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung (P). 
Dan 7:9-10.13-14 atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-2a.2bc-3.4-5; Yoh 1:47-51.
 
Rabu, 30 September: Peringatan Wajib St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja (P). 
Ayb 9:1-12.14-16; Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15; Luk 9:57-62
 
Kamis, 01 Oktober: Pesta St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus. Pelindung Karya Misi (P). 
Yes. 66:10-14b atau 1 Kor. 12:31-13:13; Mzm. 131:1,2,3; Mat. 18:1-5. 
 
Jumat, 02 Oktober: Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung (P). 
Kel 23:20-23a; Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11; Mat 18:1-5.10. 
 
Sabtu, 03 Oktober: Hari Biasa Pekan XXVI (H). 
Ayb 42:1-3.5-6.12-16; Mzm 119:66.71.75.91.125.130; Luk 10:17-24. 
 
Minggu, 04 Oktober: Hari Minggu Biasa XXVII (H). 
Pesta St. Fransiskus dari Assisi (P). 
Yes. 5:1-7; Mzm. 80:9,12,13-14,15-16,19-20; Flp. 4:6-9; Mat. 21:33-43. 



Dukung Pelayanan Renunganpagi.id


 Sahabat terkasih, terima kasih telah menjadikan renunganpagi.id bagian dari perjumpaan Anda dengan Tuhan hari ini. Kami sangat bersukacita jika renungan ini boleh menjadi saluran berkat yang menguatkan iman Anda.
Pelayanan ini dapat terus bertumbuh berkat kebaikan hati Anda. Jika Anda tergerak, persembahan kasih melalui QRIS akan menjadi benih kebaikan yang memampukan kami untuk terus menuntun orang-orang kembali pada kasih Kristus dan Gereja. Semoga kasih karunia Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah Anda.




Minggu, 27 September 2026 Hari Minggu Biasa XXVI

 

Minggu, 27 September 2026
Hari Minggu Biasa XXVI
  
"Kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan serta kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya." (Yeh 18:27)

   
Antifon Pembuka (Dan 3:31.29.30.42.43)

Segala sesuatu yang Engkau perbuat atas kami, ya Tuhan, telah Engkau putuskan dengan benar. Sebab, kami telah berdosa terhadap-Mu dan tidak mematuhi perintah-perintah-Mu. Tetapi, muliakanlah nama-Mu, dan perlakukanlah kami seturut besarnya belas kasih-Mu.

All that you have done to us, O Lord you have done with true judgment, for we have sinned against you and not obeyed your commandments. But give glory to your name and deal with us according to the bounty of your mercy.

Omnia quæ fecisti nobis, Domine, in vero iudicio fecisti, quia peccavimus tibi, et mandatis tuis non obedivimus: sed da gloriam nomini tuo, et fac nobiscum secundum multitudinem misericordiæ tuæ.
Mzm. Beati immaculati in via: qui ambulant in lege Domini. 
     
Doa Pagi

  
Ya Allah, Engkau menyatakan kuasa-Mu yang tak terhingga terutama dengan menyayangi dan mengasihani kami. Lipatgandakanlah rahmat-Mu atas kami agar kami mengejar hidup yang Engkau janjikan dan kelak mendapat bagian dalam sukacita surgawi. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.       
       




Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (18:25-28)
             
    
"Kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya, ia akan menyelamatkan nyawanya."
        
Beginilah firman Tuhan Allah, “Kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, ataukah tindakanmu yang tidak tepat? Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan serta kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, maka ia pasti hidup, ia tidak akan mati.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 26 September 2026 St. Kosmas dan Damianus, Martir





 Hari ini adalah Peringatan Fakultatif Santo Kosmas dan Santo Damianus (wafat tahun 303). Ini merupakan salah satu pesta peringatan tertua dalam Gereja; kedua martir ini telah dihormati baik di Timur maupun Barat melalui berbagai cara, termasuk pembangunan gereja-gereja untuk menghormati mereka di Roma dan Konstantinopel. Bersama dengan Santo Lukas, mereka adalah santo pelindung para dokter. Hanya sedikit yang diketahui mengenai sejarah mereka yang sesungguhnya, namun legenda yang sampai kepada kita berasal dari masa yang sangat awal.

Santo Kosmas dan Santo Damianus dihormati di Timur sebagai "mereka yang tanpa bayaran" (moneyless ones) karena mereka mempraktikkan ilmu kedokteran secara cuma-cuma. Menurut legenda, mereka adalah saudara kembar yang lahir di Arabia, menempuh pendidikan di Suriah, dan menjadi dokter yang ahli. Mereka konon tinggal di Teluk Alexandretta di wilayah Kilikia, yang kini merupakan bagian dari Turki.

Sabtu, 26 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV

 
Sabtu, 26 September 2026
Hari Biasa Pekan XXV
  
“Janganlah kita tergesa-gesa, seolah-olah waktu yang dipersembahkan kepada Kristus dalam doa hening adalah waktu yang terbuang sia-sia. Sebaliknya, justru pada saat itulah buah-buah pelayanan pastoral yang paling mengagumkan lahir. Tidak perlu berkecil hati karena kenyataan bahwa doa membutuhkan usaha, atau karena kesan bahwa Yesus tetap diam. Dia memang diam, tetapi Dia sedang bekerja.” - Paus Benediktus XVI, Pelayaran Apostolik di Polandia: Pertemuan dengan Para Klerus di Katedral St. Yohanes, Warsawa, 25 Mei 2006..
    

Antifon Pembuka (Pkh 12:8)

Kesia-siaan atas kesiaa-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah kesia-siaan.
  
Doa Pagi
    
   Allah Bapa kami yang Mahabaik, berkenanlah membuka telinga kami, agar dapat mendengar sabda-Mu, dan berilah kami kekuatan, agar dapat menyerupai Yesus Mesias, Hamba Kedamaian, yang membuka pandangan baru penuh harapan untuk hari kemudian. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
                



Bacaan dari Kitab Pengkhotbah (11:9-12:8)
    
"Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum debu kembali menjadi tanah seperti semula, dan roh kembali kepada Allah."
     
Bersukarialah, hai para pemuda, dalam kemudaanmu. Biarlah hatimu bergembira pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hati dan pandangan matamu. Tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan! Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena masa muda dan fajar hidup adalah kesia-siaan. Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan, ‘Tiada kesenangan bagiku di dalamnya’, sebelum matahari dan terang, bulan dan bintang-bintang menjadi gelap, dan awan-awan datang kembali sesudah hujan; pada waktu penjaga-penjaga rumah gemetar, dan orang-orang kuat membungkuk, dan wanita-wanita penggiling berhenti karena berkurang jumlahnya, dan yang melihat dari jendela semuanya menjadi kabur; sebelum pintu-pintu di tepi jalan tertutup, dan bunyi penggilingan menjadi lemah, dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi wanita tunduk; sebelum orang menjadi takut berdiri di ketinggian, dan ketakutan ada di jalan, sebelum pohon badam berbunga, dan belalang menyeret dirinya dengan susah payah, dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal, dan peratap-peratap berkeliaran di jalan; sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba dirusakkan di atas sumur, dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkotbah, segala sesuatu adalah kesia-siaan!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy