| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Jumat, 25 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV

 
Jumat, 25 September 2026
Hari Biasa Pekan XXV
  
Membaca Kitab Suci berarti berpaling kepada Kristus untuk meminta nasihat (St. Fransiskus Assisi)
 
Antifon Pembuka (Mzm 144:1a-2abc)

Terpujilah Tuhan gunung batuku! Dialah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku.  
    
Doa Pagi 

Ya Allah, bukalah hati kami untuk semakin mengenal Putra-Mu yang telah Kauutus untuk menebus dosa-dosa kami. Semoga, kami Kauberi kekuatan untuk mengikuti jejak Putra-Mu itu, yaitu kerelaan untuk mengampuni sesama kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    

 
 
Bacaan dari Kitab Pengkhotbah (3:1-11)  
    
"Untuk segala sesuatu di bawah langit ada waktunya."
   
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Dukung Pelayanan Renunganpagi.id


 Sahabat terkasih, terima kasih telah menjadikan renunganpagi.id bagian dari perjumpaan Anda dengan Tuhan hari ini. Kami sangat bersukacita jika renungan ini boleh menjadi saluran berkat yang menguatkan iman Anda.
Pelayanan ini dapat terus bertumbuh berkat kebaikan hati Anda. Jika Anda tergerak, persembahan kasih melalui QRIS akan menjadi benih kebaikan yang memampukan kami untuk terus menuntun orang-orang kembali pada kasih Kristus dan Gereja. Semoga kasih karunia Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah Anda.
 
 




 Juga menerima dari Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang,  Korea Selatan dan Tiongkok

 

Kamis, 24 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV

     
Kamis, 24 September 2026
Hari Biasa Pekan XXV
   
”Tak seorang pun dapat mempunyai Allah sebagai Bapa jika tidak mempunyai Gereja sebagai Bunda” (St. Siprianus)
    

Antifon Pembuka (
Pkh 1:9)
    
Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah terjadi akan terjadi lagi; tiada sesuatu pun yang baru di dunia ini.
  
Doa Pagi

Allah Bapa, sumber iman kepercayaan, ajarilah kami mengimani Dia, yang bagaikan Elia baru, mengajar kami menikmati kehadiran-Mu di tengah-tengah kami, yaitu Yesus Putra-Mu yang membaptis kami dengan Roh Kudus. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
 
 
 
Bacaan dari Kitab Pengkhotbah (1:2-11)
    
"Tiada sesuatu yang baru di bawah matahari."
     
Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia! Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. Segala sesuatu menjem
ukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak bosan-bosan melihat, telinga tidak puas-puas mendengar. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tiada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan, “Lihat, ini baru!” Tetapi sebenarnya hal itu dahulu sudah ada, lama sebelum kita. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datang pun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 23 September 2026 St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio)

 
Br. Jeffrey Pioquinto, SJ | Flickr / CC BY 2.0

Hari ini, Gereja memperingati Santo Pius dari Pietrelcina, atau yang lebih kita kenal sebagai Padre Pio, seorang imam Kapusin Fransiskan yang kesalehan dan kesuciannya diwarnai oleh berbagai mukjizat dan keajaiban. Panggilan sucinya untuk melayani Tuhan telah bersemai sejak usia muda, beriringan dengan pengalaman-pengalaman mistis dan penglihatan surgawi yang terus menyertainya di sepanjang hayat. Namun, perjalanannya untuk mengabdikan diri tidaklah mudah, sebab ia harus mengatasi keterbatasan pendidikannya serta didera berbagai masalah kesehatan yang terus menghantuinya bahkan hingga ia ditahbiskan menjadi imam. Penderitaan fisik ini kemudian berpuncak pada anugerah sekaligus salib yang sangat berat ketika ia menerima stigmata, menanggung luka-luka Kristus di tubuhnya sendiri.

Kemunculan stigmata tersebut lambat laun membuat nama Padre Pio dikenal luas, namun di saat yang sama, hal itu membawanya menelusuri tahun-tahun penuh keraguan, pertentangan, dan penganiayaan, bahkan dari hierarki Gereja yang meragukan keaslian mukjizatnya. Ia harus menanggung masa-masa kelam di mana ia dilarang merayakan Misa di depan umum atau berkhotbah, sementara di saat bersamaan ia juga mengalami penderitaan akibat serangan rohani dari si jahat. Meski didera badai pencobaan yang begitu hebat, semangatnya tidak pernah surut; ia justru merespons semuanya dengan kerendahan hati, ketaatan mutlak, dan hidup yang semakin tenggelam dalam doa. Ketabahannya ini pada akhirnya menarik semakin banyak jiwa yang datang untuk mencari bimbingannya, dan rahmat Tuhan pun terus mengalir melalui mukjizat-mukjizat bagi mereka yang bersentuhan dengan hamba-Nya ini.

Rabu, 23 September 2026 Peringatan Wajib St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio), Imam


Rabu, 23 September 2026
Peringatan Wajib St. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio), Imam

“Doa adalah kunci yang membuka hati Tuhan” (St. Pius dari Pietrelcina)
       
Antifon Pembuka (Bdk. Luk 4:18)
  
Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.
   
The Spirit of the Lord is upon me, for he has anointed me and sent me to preach the good news to the poor, to heal the broken-hearted

Doa Pagi

Allah Bapa Yang Mahakuasa dan penuh belaskasih, Engkau sudah memasyhurkan Santo Padre Pio. Semoga berkat doa dan teladannya kami berusaha membawa sesama kepada cinta kasih Kristus dan dapat memperoleh kemuliaan abadi bersama mereka. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   




Bacaan dari Kitab Amsal (30:5-9)    
 
"Janganlah aku Kauberi kemiskinan atau kekayaan, melainkan hanyalah kebutuhan hidupku secukupnya."
    
Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta. Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Selasa, 22 September 2026 Hari Biasa Pekan XXV

 
Selasa, 22 September 2026
Hari Biasa Pekan XXV

“Dalam keramahan-Nya terhadap manusia, Bapa telah menjanjikan kehidupan abadi secara pasti kepada kita manusia” (St. Sirilus dari Yerusalem)

Antifon Pembuka (Mzm 119:34)

Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.

Doa Pagi

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, terimalah kiranya kami menjadi putra dan putri-Mu, karena kami mengimani sabda Putra-Mu, yang menjadi jalan, kebenaran dan kehidupan kami. Sebab yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
      
Karya: thanasus/istock.com
Bacaan dari Kitab Amsal (21:1-6.10-13)

"Bermacam-macam pepatah."

Hati raja laksana batang air di tangan Tuhan, yang Dia alirkan ke mana saja Ia kehendaki. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Melakukan kebenaran dan keadilan lebih berkenan di hati Tuhan daripada kurban. Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang jahat, adalah dosa. Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut. Hati orang fasik mengingini kejahatan dan tidak menaruh belas kasih kepada sesamanya. Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan memperoleh pengetahuan. Yang Mahaadil mengawasi rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan. Siapa yang menutup telinga bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bacaan Harian: 21 - 27 September 2026

Senin, 21 September: Pesta St. Matius, Penginjil (M). 
Ef. 4:1-7,11-13; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 9:9-13
 
Selasa, 22 September: Hari Biasa Pekan XXV (H). 
Ams. 21:1-6.10-13; Mzm. 119:1.27.30.34.35.44; Luk. 8:19-21. 
 
Rabu, 23 September:  Peringatan Wajib St. Pius dari Pietrelcina - Padre Pio (P). 
Ams 30:5-9; Mzm 119:29.72.89.101.104.163; Luk 9:1-6.
 
Kamis, 24 September:  Hari Biasa Pekan XXV (H). 
Pkh 1:2-11; Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Luk 9:7-9. 
 
Jumat: 25 September:  Hari Biasa Pekan XXV (H). 
Pkh 3:1-11; Mzm 144:1a.2abc.3-4; Luk 9:18-22. 
 
Sabtu, 26 September: Hari Biasa Pekan XXV (H). 
 Pfak St. Kosmas dan Damianus
Pkh 11:9-12:8; Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Luk 9:43b-45
 
Minggu, 27 September: Hari Minggu Biasa XXVI (H). 
 Yeh. 18:25-28; Mzm. 25:4bc-5,6-7,8-9; Flp. 2:1-11 (panjang) atau Flp. 2:1-5 (singkat); Mat. 21:28-32. 
 
 
Siouxfall Diocese

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy