Peringatan Wajib St. Ireneus, Uskup dan Martir - Pujangga Gereja
Cahaya Tuhan adalah sumber hidup; barangsiapa melihat Dia, mendapatkan hidup. (St. Ireneus)
Antifon Pembuka (Mal 2:6)
Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari kesalahan.
Doa Pagi
Cahaya Tuhan adalah sumber hidup; barangsiapa melihat Dia, mendapatkan hidup. (St. Ireneus)
Antifon Pembuka (Mal 2:6)
Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari kesalahan.
Doa Pagi
Ya Allah, Engkau telah menganugerahkan
kepada Santo Ireneus, uskup, rahmat untuk meneguhkan Gereja-Mu dalam
kebenaran dan damai. Semoga berkat doanya kami yang telah dibarui dalam
iman dan kasih, selalu penuh perhatian untuk memajukan kesatuan dan
kerukunan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang
bersama Dikau, dalam persekutuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah,
sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja (25:1-12)
U. Syukur kepada Allah.
"Rakyat Yehuda diangkut ke pembuangan."
Pada
tahun kesembilan dari pemerintahan Raja Zedekia, dalam bulan yang
kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar,
raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Ia berkemah
mengepungnya dan mendirikan tembok pengepungan sekelilingnya.
Demikianlah kota itu terkepung sampai tahun yang kesebelas zaman raja
Zedekia. Pada tanggal sembilan bulan yang keempat, ketika kelaparan
sudah merajalela di kota itu dan tidak ada lagi makanan pada rakyat
negeri itu, maka dibelah oranglah tembok kota itu dan semua tentara
melarikan diri malam-malam melalui pintu gerbang antara kedua tembok
yang ada di dekat taman raja, sekalipun orang Kasdim mengepung kota
itu sekeliling. Mereka lari menuju ke Araba-Yordan. Tetapi tentara
Kasdim mengejar raja dari belakang dan mencapai dia di dataran
Yerikho; segala tentaranya telah berserak-serak meninggalkan dia.
Mereka menangkap raja dan membawa dia kepada raja Babel di Ribla, yang
menjatuhkan hukuman atas dia. Orang menyembelih anak-anak Zedekia di
depan matanya, kemudian dibutakannyalah mata Zedekia, lalu dia
dibelenggu dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babel. Dalam bulan yang
kelima pada tanggal tujuh bulan itu--itulah tahun kesembilan belas
zaman raja Nebukadnezar, raja Babel--datanglah Nebuzaradan, kepala
pasukan pengawal, pegawai raja Babel, ke Yerusalem. Ia membakar
rumah TUHAN, rumah raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah
orang-orang besar dibakarnya dengan api. Tembok sekeliling kota
Yerusalem dirobohkan oleh semua tentara Kasdim yang ada bersama-sama
dengan kepala pasukan pengawal itu. Sisa-sisa rakyat yang masih
tinggal di kota itu dan para pembelot yang menyeberang ke pihak raja
Babel dan sisa-sisa khalayak ramai diangkut ke dalam pembuangan oleh
Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu. Hanya beberapa orang miskin
dari negeri itu ditinggalkan oleh kepala pasukan pengawal itu untuk
menjadi tukang-tukang kebun anggur dan peladang-peladang.
Demikianlah sabda TuhanU. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan do = d, 2/4, PS 842
Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.
Ayat. (Mzm 137:1-2.3.4-5.6)
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 8:17)
Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.
Ayat. (Mzm 137:1-2.3.4-5.6)
1. Di tepi sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila
kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita
gantungkan kecapi kita.
2. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"
3. Bagaimanakah mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
4. Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak sukacitaku!
2. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"
3. Bagaimanakah mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
4. Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak sukacitaku!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 8:17)
Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.
Inilah Injil Suci menurut Matius (8:1-4)
"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."
Setelah
Yesus turun dari bukit, banyak orang berbondong-bondong mengikuti
Dia. Maka datanglah kepada-Nya seorang yang sakit kusta. Ia sujud
menyembah Yesus dan berkata, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat
mentahirkan daku." Yesus lalu mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang
itu dan berkata, "Aku mau, jadilah engkau tahir!" Seketika itu juga
tahirlah orang itu dari kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya,
"Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun,
tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan
persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi
mereka."
Verbum Domini
Renungan
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Jika kita mempunyai permintaan bantuan atau kebutuhan yang putus asa, hal terakhir yang ingin kita dengar adalah jawaban "Tidak".
Memang penolakan dalam bentuk apapun dan selembut apapun sulit diterima.
Terlebih lagi jika kita sangat membutuhkan jawaban "Ya" dan mendesak. Kita akan hancur jika kita ditolak.
Penderita kusta dalam Injil sangat membutuhkan kesembuhan.
Dia tahu bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk menyembuhkannya dan dia siap untuk pergi keluar dan datang ke hadapan Yesus untuk mengajukan permohonan kesembuhan itu.
Jadi ketika dia berkata kepada Yesus, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku." itu adalah permintaan yang langsung dan blak-blakan.
Ini mungkin terdengar agak tidak sopan dan bahkan menuntut, namun bila dalam keadaan putus asa, tidak ada waktu untuk mempertimbangkannya.
Dan jawaban Yesus sangat mencengangkan – "Aku mau, jadilah engkau tahir!"
Dan Yesus bahkan mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang kusta itu untuk menyembuhkannya.
Marilah kita selalu mengingat tanggapan Yesus yang luar biasa ini kepada penderita kusta setiap kali kita putus asa dan sangat membutuhkan.
Tentu saja Yesus ingin membantu kita dan mengabulkan kebutuhan kita. Namun marilah kita beriman kepada-Nya, terutama ketika doa kita hanya membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk terkabul.
Memang penolakan dalam bentuk apapun dan selembut apapun sulit diterima.
Terlebih lagi jika kita sangat membutuhkan jawaban "Ya" dan mendesak. Kita akan hancur jika kita ditolak.
Penderita kusta dalam Injil sangat membutuhkan kesembuhan.
Dia tahu bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk menyembuhkannya dan dia siap untuk pergi keluar dan datang ke hadapan Yesus untuk mengajukan permohonan kesembuhan itu.
Jadi ketika dia berkata kepada Yesus, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku." itu adalah permintaan yang langsung dan blak-blakan.
Ini mungkin terdengar agak tidak sopan dan bahkan menuntut, namun bila dalam keadaan putus asa, tidak ada waktu untuk mempertimbangkannya.
Dan jawaban Yesus sangat mencengangkan – "Aku mau, jadilah engkau tahir!"
Dan Yesus bahkan mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang kusta itu untuk menyembuhkannya.
Marilah kita selalu mengingat tanggapan Yesus yang luar biasa ini kepada penderita kusta setiap kali kita putus asa dan sangat membutuhkan.
Tentu saja Yesus ingin membantu kita dan mengabulkan kebutuhan kita. Namun marilah kita beriman kepada-Nya, terutama ketika doa kita hanya membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk terkabul.
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
RENUNGAN PAGI