Kamis, 03 Oktober 2024
Hari Biasa Pekan XXVI
Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia -- Mzm 33:18a
Antifon Pembuka (Mzm 27:9)
Janganlah menyembunyikan wajah-Mu daripadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka.
Doa Pagi
Allah Bapa kami di surga, utuslah kami mewartakan Sabda-Mu dan semoga kami semakin hari semakin memahami kehendak-Mu. Jadikanlah kami orang yang hidup penuh iman akan Dikau. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
|
SiouxFall Diocese |
Bacaan Kitab Ayub (19:21-27)
"Aku tahu: Penebusku hidup."
Kasihanilah
aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah
telah menimpa aku. Mengapa kamu mengejar aku, seakan-akan Allah, dan
tidak menjadi kenyang makan dagingku? Ah, kiranya perkataanku ditulis,
dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada
gunung batu untuk selama-lamanya! Tetapi aku tahu: Penebusku hidup,
dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku
sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku
sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya
dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang hidup.
Ayat. (Mzm 27:7-8a,8b-9abc,13-14)
1.
Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan
jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka
wajah-Mu kucari, ya Tuhan.
2. Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan. Janganlah
menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini
dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan
janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
3. Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri
orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah
hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mrk 1:15) Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (10:1-12)
"Semoga damaimu menyertai dia."
Pada
waktu itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka
berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak
dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi
pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya
tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke
tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau
kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam
perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu:
Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang
layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal
atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah
dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang
kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah
berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota
dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah
kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu
masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah
ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang
melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah
ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: pada hari itu
Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Melakukan perjalanan mungkin terdengar mengasyikkan, terutama jika kita adalah tipe yang suka berpetualang.
Melakukan perjalanan misi mungkin juga terdengar mengasyikkan, karena kita akan bertemu orang-orang dan membantu mereka dengan berbagai proyek untuk memperbaiki kehidupan mereka.
Namun, sebelum Yesus mengutus para pengikut-Nya untuk menjalankan misi, Ia memperingatkan mereka bahwa Ia mengutus mereka seperti domba di antara serigala.
Jadi, para pengikut harus bersiap menghadapi bahaya dan penolakan. Mereka hampir tidak memiliki apa pun kecuali pemberdayaan dari Yesus.
Pernyataan misi mereka sederhana saja: Kerajaan Allah sudah dekat. Bagi mereka yang menerima pesan itu, itu akan memberi mereka harapan.
Namun, bagi mereka yang tidak menerima pesan itu, para pengikut harus pergi begitu saja dan mengebaskan debu kota itu.
Itu akan menjadi tanda bagi mereka yang menolak pesan itu, sehingga mereka akan merenung dan mungkin bahkan bertobat di kemudian hari. Misi para pengikut difokuskan pada keselamatan.
Semoga itu juga menjadi misi kita sebagai orang Kristen, baik kita menerima atau menolak.
Tuhan Yesus, aku ingin kembali melanjutkan tugas perutusan-Mu sebagai
murid. Jadikan aku pembawa damai sejahtera yang setia, meskipun
penolakan dan tantangan mengitariku. Amin.
Antifon Komuni (Mrk 1:15)
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
RENUNGAN PAGI