Minggu, 09 Februari 2025
Hari Minggu Biasa V
“Beberapa di antaramu berkata, aku ingin melihat wajah-Nya, jubah-Nya, alas kaki-Nya. Ketahuilah bahwa kamu sudah melihat-Nya, bahkan menyantap-Nya. Ia mempersembahkan diri-Nya bagimu, supaya kamu bukan hanya dimungkinkan untuk dapat melihatnya, namun juga menjadi santapanmu, dan menyatu dalam dirimu.” — St. Yohanes Krisostomus
Antifon Pembuka (Mzm 95:6-7)
Marilah kita bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, yang menjadikan kita, sebab Dialah Allah kita.
O come, let us worship God and bow low before the God who made us, for he is the Lord our God.
Venite adoremus Deum, et procidamus ante Dominum: ploremus ante eum, qui fecit nos: quia ipse est Dominus Deus noster.
Hari Minggu Biasa V
“Beberapa di antaramu berkata, aku ingin melihat wajah-Nya, jubah-Nya, alas kaki-Nya. Ketahuilah bahwa kamu sudah melihat-Nya, bahkan menyantap-Nya. Ia mempersembahkan diri-Nya bagimu, supaya kamu bukan hanya dimungkinkan untuk dapat melihatnya, namun juga menjadi santapanmu, dan menyatu dalam dirimu.” — St. Yohanes Krisostomus
Antifon Pembuka (Mzm 95:6-7)
Marilah kita bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, yang menjadikan kita, sebab Dialah Allah kita.
O come, let us worship God and bow low before the God who made us, for he is the Lord our God.
Venite adoremus Deum, et procidamus ante Dominum: ploremus ante eum, qui fecit nos: quia ipse est Dominus Deus noster.
Doa Pagi
Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, semua saja yang mengalami dekat dengan Dikau, menyatakan bahwa Engkau kudus dan bahwa alam semesta ini penuh dengan kemuliaan-Mu. Kami mohon, agar mereka yang Kaupanggil untuk berkarya demi nama-Mu, tetap percaya penuh akan sabda-Mu dan bangga karena menjadi murid-murid-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
![]() |
Lisensi foto: CC0 |
Bacaan dari Kitab Yesaya (6:1-2a.3-8)
"Inilah aku, utuslah aku!"
Dalam tahun wafatnya Raja Uzia, aku, Yesaya, melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap. Mereka berseru seorang kepada yang lain, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan oleh suara orang yang berseru itu, dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu aku berkata, “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam.” Tetapi seorang dari para Serafim itu terbang mendapatkan aku. Di tangannya ada bara api, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkan bara api itu pada mulutku serta berkata, “Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata, “Siapakah yang akan Kuutus? Dan siapakah yang akan pergi atas nama-Ku?” Maka aku menjawab, “Inilah aku, utuslah aku!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, re = b, 4/4, PS 834
Ref. Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan.
atau Di hadapan para dewata, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 138:1-2a.2bc-3.4-5.7c-8)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu.
2. Aku hendak memuji nama-Mu karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, sebab besarlah kemuliaan Tuhan.
4. Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu dan menyelamatkan daku. Tuhan akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 15:1-11 (Singkat: 15:3-8.11)
Ayat. (Mzm 138:1-2a.2bc-3.4-5.7c-8)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu.
2. Aku hendak memuji nama-Mu karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, sebab besarlah kemuliaan Tuhan.
4. Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu dan menyelamatkan daku. Tuhan akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 15:1-11 (Singkat: 15:3-8.11)
"Begitulah kami mengajar, dan begitu pulalah kamu mengimani."
Saudara-saudara aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang sudah kuwartakan kepadamu dan sudah kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu berpegang teguh padanya, sebagaimana kuwartakan kepadamu; kecuali kalau kamu sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah wafat karena dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Yesus telah dimakamkan! Dan pada hari yang ketiga telah dibangkitkan, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas, dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya sudah meninggal dunia. Selanjutnya Yesus menampakkan diri kepada Yakobus, lalu kepada semua rasul. Dan yang paling akhir Ia menampakkan diri juga kepadaku, seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, dan tak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi berkat kasih karunia Allah aku menjadi sebagaimana aku sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidaklah sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Sebab itu, entah aku, entah mereka, begitulah kami mengajar, dan begitu pulalah kamu mengimani.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 4:19)
Marilah, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (5:1-11)
"Mereka meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Yesus."
Sekali peristiwa Yesus berdiri di pantai Danau
Genesaret. Banyak orang mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman
Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya
telah turun dan sedang membasuh jala. Yesus naik ke dalam salah satu
perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan
perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang
banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Yesus berkata
kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu
untuk menangkap ikan.” Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami
bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi karena
perintah-Mu, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah melakukannya,
mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai
koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-teman di perahu yang
lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu
mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat
hal itu, Simon Petrus tersungkur di depan Yesus dan berkata, “Tuhan,
tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa.” Sebab Simon dan
teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap.
Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi
teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, “Jangan takut! Mulai
sekarang engkau akan menjala manusia.” Sesudah menghela perahu-perahunya
ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus.
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Betapapun pintar atau cerdasnya kita, akan selalu ada beberapa hal yang tidak kita ketahui.
Dan sering kali, semakin pintar kita, semakin besar kemungkinan kita menjadi sombong, dan kita bahkan mungkin bertindak seolah-olah kita tahu segalanya.
Dan ketika kita berpikir bahwa kita lebih pintar atau lebih cerdik daripada orang lain, maka kita mungkin tidak begitu terbuka atau menerima ide atau saran orang lain.
Dan terutama ketika kita terjebak dengan ide dan pemikiran kita sendiri, maka kita telah menjadi seperti tembok, dan kita tahu bagaimana rasanya berbicara dengan tembok.
Yang benar-benar mengganggu dan menjengkelkan kita adalah ketika seseorang memberi tahu kita bagaimana melakukan pekerjaan kita. Dan jika seseorang itu tidak tahu apa yang kita lakukan, maka kita cenderung memilih tanggapan yang tajam dan langsung terhadap orang itu.
Dalam Injil, Yesus berada di tepi danau Genesaret, dan Dia naik ke salah satu perahu nelayan sehingga Dia dapat mengajar orang banyak yang telah berkumpul untuk mendengarkan-Nya.
Ketika Yesus selesai mengajar, Ia menyuruh Petrus untuk pergi ke tempat yang dalam dan menebarkan jala untuk menangkap ikan.
Petrus menjawab bahwa mereka telah bekerja keras sepanjang malam dan tidak menangkap apa pun, tetapi meskipun demikian, ia akan melakukan apa yang Yesus perintahkan kepadanya.
Itu adalah jawaban yang sopan dari Petrus, tetapi ada juga nada protes yang tersirat saat ia mengatakan bahwa ia telah bekerja keras sepanjang malam dan tidak menangkap apa pun.
Dan ia akan diam-diam mengejek kenyataan bahwa seorang religius akan memberi tahu seorang nelayan cara menangkap ikan. Itu seperti melewati batas.
Tetapi Petrus melakukan apa yang Yesus perintahkan kepadanya, mungkin karena orang banyak sedang menonton, dan tidak ada yang bisa diperoleh dari berdebat atau memprotes. Setidaknya Petrus cukup pintar untuk mengetahui hal itu. Dan dengan tangkapan ikan yang sangat banyak itu, Petrus pun berlutut.
Dengan menyebut Yesus sebagai "Tuhan", Petrus menyadari bahwa ada hal-hal di dunia ini yang berada di luar logika dan akal sehat.
Dia mungkin tahu segalanya tentang memancing, tetapi itu tidak berarti ikan-ikan akan mendengarkannya dan melakukan apa yang dia inginkan.
Petrus merendahkan diri dan berlutut di hadapan Yesus, dia mengakui bahwa dia adalah orang berdosa, dan itu juga menyiratkan bahwa dia mengira apa yang Yesus katakan kepadanya sebelumnya tidak masuk akal. Tetapi sekarang dia tahu bahwa dia salah.
Bagian Injil mengajarkan kita bahwa meskipun kita diberkati dengan kecerdasan dan pengetahuan, itu tidak berarti bahwa kita akan mengetahui segalanya, atau bahwa kita dapat menguraikan jalan-jalan Tuhan.
Tetapi apa yang Tuhan inginkan dari kita sebenarnya cukup jelas dan itu adalah untuk menjadi rendah hati, taat dan setia kepada-Nya, dan untuk mengasihi dan menghormati orang lain.
Tidak peduli seberapa pintar atau cerdasnya kita, orang tidak peduli dengan apa yang kita ketahui sampai mereka tahu bahwa kita peduli pada mereka.
Dan semoga kita menggunakan kecerdasan dan pengetahuan kita untuk berbicara kepada orang lain dengan cara yang membuat mereka senang mendengarkan kita.
Dan semoga kita juga mendengarkan orang lain dengan cara yang membuat mereka senang berbicara kepada kita.
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (Mat 5:4.6)
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Blessed are those who mourn, for they shall be consoled. Blessed are those who hunger and thirst for righteousness, for they shall have their fill.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Blessed are those who mourn, for they shall be consoled. Blessed are those who hunger and thirst for righteousness, for they shall have their fill.
Aku telah datang ke dalam
dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku,
jangan tinggal di dalam kegelapan. -- Yoh 12:46
RENUNGAN PAGI