Hari ini, Gereja memperingati St. Pius dari Pietrelcina yang lebih dikenal sebagai Padre Pio. Ia adalah seorang biarawan dan imam Fransiskan Kapusin yang terkenal karena kesalehan dan dedikasinya yang besar kepada Tuhan, karena pengalamannya mengalami luka-luka Tuhan, stigmata, serta karena kesucian dan kesucian pribadinya yang luar biasa, yang membuatnya menjadi sangat populer sosoknya baik semasa hidupnya maupun setelah kematiannya. St Pius dari Pietrelcina dilahirkan dalam keluarga petani yang sangat religius dan berkomitmen kepada Tuhan, dan ini berdampak besar pada pendidikan dan pengembangan St. Pius dari Pietrecina muda, yang mengembangkan cinta dan komitmen yang besar kepada Tuhan. sejak usia dini, dan bergabung dengan Kapusin pada masa remajanya.
Ia telah mengalami penglihatan dan wahyu mistik sejak usia sangat muda, sesuatu yang akan terus mempengaruhi dia sepanjang kehidupan dan pelayanannya di kemudian hari. Ketika ia kemudian menjadi saudara Kapusin, ia melayani masyarakat dengan setia, dalam pengabdian dan kehidupan doanya, dan melalui stigmata ajaib serta kekudusan pribadinya, banyak orang mulai datang kepadanya dengan berbagai masalah dan kebutuhan, datang kepadanya di biara di San Giovanni Rotondo, di mana saat ini berdiri sebuah Basilika besar dan tempat suci bagi santo ini. Namun St Pius dari Pietrelcina tidak menjalaninya dengan mudah, karena ia juga menghadapi banyak kesulitan dan cobaan, tantangan dan kesulitan dari mereka yang antara lain meragukan keaslian mukjizat dan stigmata-nya.
Ia telah mengalami penglihatan dan wahyu mistik sejak usia sangat muda, sesuatu yang akan terus mempengaruhi dia sepanjang kehidupan dan pelayanannya di kemudian hari. Ketika ia kemudian menjadi saudara Kapusin, ia melayani masyarakat dengan setia, dalam pengabdian dan kehidupan doanya, dan melalui stigmata ajaib serta kekudusan pribadinya, banyak orang mulai datang kepadanya dengan berbagai masalah dan kebutuhan, datang kepadanya di biara di San Giovanni Rotondo, di mana saat ini berdiri sebuah Basilika besar dan tempat suci bagi santo ini. Namun St Pius dari Pietrelcina tidak menjalaninya dengan mudah, karena ia juga menghadapi banyak kesulitan dan cobaan, tantangan dan kesulitan dari mereka yang antara lain meragukan keaslian mukjizat dan stigmata-nya.