Rabu, 02 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
“Yesus menghubungkan iman akan kebangkitan itu dengan pribadi-Nya:
“Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh 11:25). Pada hari kiamat Yesus
sendiri akan membangkitkan mereka, yang percaya kepada-Nya (Bdk. Yoh
5:24-25; 6:40.) yang telah makan tubuh-Nya dan minum darah-Nya (Bdk. Yoh
6:54.). Dalam kehidupan-Nya di dunia ini Yesus telah memberikan tanda
dan jaminan untuk itu, waktu Ia membangkitkan beberapa orang mati (Bdk.
Mrk 5:21-42; Luk 7:11-17; Yoh 11.) dan dengan demikian mengumumkan
kebangkitan-Nya sendiri, tetapi yang termasuk dalam tatanan yang lain.
Kejadian yang sangat khusus ini Ia bicarakan sebagai “tanda nabi Yunus”
(Mat 12:39), tanda kanisah (Bdk. Yoh 2:19-22.): Ia mengumumkan bahwa Ia
akan dibunuh, tetapi akan bangkit lagi pada hari ketiga (Bdk. Mrk
10:34.)” (Katekismus Gereja Katolik, 994)
Antifon Pembuka (Mzm 69:14)
Dalam masa rahmat ini, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan. Demi kerelaan-Mu,
dengarkanlah aku dan selamatkanlah aku seturut janji-Mu.
Doa Pagi
Tuhan, jadikanlah aku hari ini penyalur rahmat-Mu bagi siapa saja yang
membutuhkannya. Aku hendak mengabdi-Mu lewat segala bentuk pelayanan
bagi sesama, serta bekerjasama dengan Engkau yang hidup dan berkuasa,
kini dan sepanjang masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Yesaya (49:8-15)
"Aku telah membentuk dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia untuk membangunkan bumi kembali."
Beginilah firman Tuhan, “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab
engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau. Aku
telah membentuk dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia,
untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka
yang sudah sunyi sepi, untuk mengatakan kepada orang-orang yang
terkurung ‘Keluarlah!” dan kepada orang-orang yang ada di dalam gelap
‘Tampillah!” Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah
kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi
mereka. Mereka tidak menjadi lapar atau haus. Angin panas dan terik
matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin
mereka, dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air. Aku akan
membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan
Kuratakan. Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada yang dari utara,
dari barat dan ada yang dari tanah Sinim, bersorak-soraklah, hai langit,
bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak sorai, hai
gunung-gunung! Sebab Tuhan menghibur umat-Nya dan menyayangi
orang-orang-Nya yang tertindas. Sion berkata, “Tuhan telah meninggalkan
aku, dan Tuhanku telah melupakan aku.” Dapatkah seorang perempuan
melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?
Sekalipun dia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, la = d, 2/4, PS 814
Ref. Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.
Ayat. (Mzm 145:8-9.13c-14.17-18)
1. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih
setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap
segala yang dijadikan-Nya.
2. Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia
dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan itu penopang bagi semua orang yang
jatuh dan penegak bagi semua yang tertunduk.
3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam
segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru
kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yoh 11:25)
Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan. Setiap orang yang percaya pada-Ku, akan hidup, sekalipun ia sudah mati.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (5:17-30)
"Seperti Bapa
membangkitkan orang-orang mati, dan menghidupkannya, demikian juga Anak
menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya."
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Bapa-Ku
bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Karena perkataan
itu, orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh Yesus, bukan
saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan
bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri, dan dengan demikian menyamakan
diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, “Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari
diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab
apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa
mengasihi Anak, dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang
dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan
yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu
menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati
dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang
dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah
menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang
menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak
menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan
percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup kekal dan tidak
turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
Aku berkata kepadamu: Sungguh, saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa
orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang
mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam
diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam
diri-Nya sendiri. Dan Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak untuk
menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal
itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kubur
akan mendengar suara Anak, dan mereka yang telah berbuat baik akan
keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah
berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat
apa-apa dari diri-Ku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku
dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku
sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Kita sering atau kadang-kadang merasa bahwa Tuhan melupakan dan
meninggalkan kita, lebih-lebih ketika doa-doa serta permohonan kita
terasa tidak dikabulkan Tuhan. Dalam keadaan seperti itu, perasaan
sedih, kecewa, dan mungkin marah bisa bercampur aduk jadi satu dalam
hati kita. Lalu, kita mengatakan Tuhan tidak memperdulikan aku dan
sejenisnya.
Sekali lagi, apa pun tidak akan pernah bisa menghalangi, apalagi
menghentikan kasih Tuhan. Ia selalu mencari cara untuk menyatakan
kasih-Nya. Maka, Tuhan menegaskan melalui Nabi Yesaya bahwa Ia selalu
menghibur dan menyayangi umat-Nya. Seorang ibu tidak akan me*lupakan
anak kandungnya. Seandainya ibu itu melupakan, Allah tidak pernah
melupakan umat-Nya. Kasih Tuhan selalu diberikan setiap hari sampai
sekarang ini. Itulah yang ditegaskan Yesus dengan mengatakan, ”Bapa-Ku bekerja sampai sekarang”.
Kalau kita percaya kepada perkataan Yesus, maka kita akan mempunyai
hidup; artinya kita tidak akan mudah putus asa, kecewa, sedih
berkepanjangan, marah dan merasa tidak dipedulikan Allah. Karena Ia
mengasihi kita, Ia tidak akan pernah melupakan dan meninggalkan kita
dalam situasi dan kondisi apa pun.
Tuhan, ampunilah kekerdilan hatiku, aku sering kali meragukan kasih
setia-Mu. Sabda-Mu akan aku taruh dalam hati kami selalu, agar aku tidak
lagi meragukan kebaikan dan kasih-Mu. Amin.
Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian