| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Minggu, 05 Oktober 2014 Hari Minggu Biasa XXVII

Minggu, 05 Oktober 2014
Hari Minggu Biasa XXVII
   
Suatu teguran menyadarkan kedosaan, yang kerap kali tidak dapat dilihat oleh orang saleh sendiri. (St. Gregorius Agung)
  

Antifon Pembuka (Bdk. Est 3:2-3)

Semesta alam takluk kepada kehendak-Mu, ya Tuhan, dan tidak ada yang dapat menentangnya. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu, langit dan bumi serta segala isinya. Engkaulah Tuhan atas semesta alam.

Within your will, O Lord, all things are established, and there is none that can resist your will. For you have made all things, the heaven and the earth, and all that is held within the circle of heaven; you are the Lord of all.
 
In voluntate tua, Domine, universa sunt posita, et non est qui possit resistere voluntati tuæ: tu enim fecisti omnia, cælum et terram, et universa quæ cæli ambitu continentur: Dominus universorum tu es.
     
Tobat 3

Tuhan Yesus Kristus, Engkau tidak puas melihat hasil penggarap-penggarap kebun anggur-Mu yang lama. Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau telah membuat kebun anggur baru, yaitu Gereja dan menyerahkan penggarapannya kepada umat-Mu yang baru dengan harapan akan mendapat hasil yang melimpah. Kristus, kasihanilah kami.

Engkau tak jemu-jemunya membimbing kami, para penggarap kebun anggur baru agar mampu melaksanakan tugas kami dengan gembira dan dengan semangat cinta kasih. Tuhan, kasihanilah kami. 
     
Doa Pagi
 
Allah Yang Mahakuasa dan kekal, kebaikan-Mu tiada tara, jauh melampaui segala yang kami mohon dan jauh melebihi jasa-jasa kami. Curahkanlah belas kasih-Mu atas kami, singkirkanlah segala yang menggelisahkan hati kami, dan tambahkanlah apa yang belum terungkap dalam doa-doa kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  

Bacaan dari Kitab Yesaya (5:1-7)
    
"Kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel."
  
Aku hendak menyanyikan lagu tentang kekasihku, lagu kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihmu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lubang tempat memeras anggur, lalu dinantinya supaya kebuh itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang masam. Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem dan orang Yehuda, adililah Aku dan kebun anggur-Ku itu. Apakah yang masih harus Kuperbuat untuk kebun anggur-Ku itu yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya ia menghasilkan buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Masa sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis. Aku akan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuhlah putri malu dan rumput; Aku akan memerintakan awan-awan supaya jangan menurunkan hujan di atasnya. Kebun anggur Tuhan semesta alam itu ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinantikan-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman; dinantikan-Nya kebenaran, tetapi hanya ada keonaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4, PS 851
Ref. Ya Tuhan, lindungi kami di dalam kesesakan.
Ayat. (Mzm 80:9+12.13-14.15-16.19-20; Ul: Yes 5:7)
1. Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir; Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu. Dijulurkannya ranting-rantingnya sampai ke laut, dan pucuk-pucuknya sampai ke Sungai Efrat.
2. Mengapa Engkau menggempur temboknya, sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat? Babi hutan menggerogotinya dan binatang-binatang di padang memakannya.
3. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
4. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; biarlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu. Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (4:6-9)
    
"Lakukanlah semua yang telah kamu lihat padaku, maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menyertai kamu."
      
Saudara-saudara, janganlah kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Maka damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, itulah yang harus kamu pikirkan. Dan apa yang telah kamu pelajari, apa yang telah kamu terima, apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu! Maka Allah, sumber damai sejahtera, akan menyertai kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 15:16)
Aku telah memilih kamu dari dunia, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, sabda Tuhan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:33-43)
   
"Kebun anggur itu akan ia sewakan kepada penggarap-penggarap lain."
         
Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, "Dengarkanlah perumpamaan ini. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: yang seorang mereka pukuli, yang lain mereka bunuh, dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang pertama. Tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka, pikirnya, 'Anakku akan mereka segani.' Tetapi, ketika para penggarap itu melihat anak itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: 'Ia adalah ahli waris! Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.' Maka mereka menangkap dia, dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" Kata imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi kepada Yesus, "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan ia sewakan kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya." Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru? Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu Aku berkata kepadamu, 'Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.'
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan
  
Ada sepasang keluarga muda yang baru menikah. Mereka terpaksa harus berpisah karena sang suami harus ikut wajib militer di negeri yang jauh, entah untuk berapa lama. Karena perang itu bisa berlarut-larut, maka sebelum berpisah sang suami berpesan kepada isterinya, “Aku sangat mencintaimu. Namun, aku tidak sampai hati menyiksamu sendirian dalam kesendirian dan kesepian. Sekiranya ada pria lain mencintaimu dan kamu mencintainya, aku ikhlaskan kalian untuk menikah.”

Berangkatlah sang suami ke medan perang. Tahun demi tahun berlalu. Ia tidak pernah sekalipun mengirim surat kepada isterinya. Akhirnya, perang selesai dan ia boleh pulang. Lalu ia menulis surat kepada isterinya, “Kalau kamu tidak menikah lagi dengan pria lain dan setia menunggu kedatanganku, tolong memberi tanda dengan mengikatkan seutas sapu tangan kuning pada sebuah cabang pohon oak yang tumbuh di depan rumah kita. Tapi kalau kamu sudah menikah dengan pria lain, kamu tidak perlu memberi tanda apa-apa. Aku akan berbalik dan meninggalkan rumah kalian.”

Pada suatu senja hari sampailah ia di depan rumah mereka. Ia hampir tak sanggup menatap ke ranting-ranting pohon oak itu. Dengan segala kekuatannya dia memandang lurus-lurus ke pohon oak itu. Ia hampir tak percaya. Ia bukan hanya melihat seutas sapu tangan kuning, melainkan puluhan sapu tangan kuning yang melambai-lambai kepadanya. Ia segera masuk ke rumah dan menjumpai isterinya yang setia selamanya.

Kesetiaan adalah kunci keutuhan keluarga. “Aku akan setia kepadamu dalam untung dan malang, saat sehat maupun sakit,” itulah janji pernikahan suami isteri yang harus selalu diperjuangkan. Keluarga yang utuh ditentukan oleh kualitas cinta kasih suami isteri.

Yesus mengajak kita untuk menerima tugas dengan setia. Para penggarap kebun anggur menjadi contoh orang-orang yang tidak setia (Mat 21:33-43). Mereka menyalahgunakan kepercayaan. Hati mereka jahat dan dipenuhi nafsu membinasakan sesama. Suami isteri mendapat kepercayaan dari Tuhan untuk membangun rumah tangga yang bahagia. Tugas ini sangat mulia sebagai bentuk ikut ambil bagian dalam rencana karya keselamatan Allah. Mari kita membina keluarga yang utuh dan bahagia karena setia kepada kehendak Allah. (Willy/Cafe Rohani)
  
Antifon Komuni (Rat 3:25)

Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.

The Lord is good to those who hope in him, to the soul that seeks him.
 
Atau (Bdk. 1Kor 10:17)
 
Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh sebab kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.
 
Though many, we are one bread, one body, for we all partake of the one Bread and one Chalice.

Sabtu, 04 Oktober 2014 Pesta St. Fransiskus dari Assisi

Sabtu, 04 Oktober 2014
Pesta St. Fransiskus dari Assisi
  
“Marilah kita membina cinta dan kerendahan hati serta memberi derma, karena ini membersihkan jiwa dari dosa.” (St Fransiskus dari Assisi)
 

Antifon Pembuka
 
Santo Fransiskus, utusan Allah, meninggalkan rumah ayahnya, melepaskan harta warisannya, dan menjadi miskin dan hina dina. Tetapi Tuhan mempermuliakannya.
 
Francis, the man of God, left his home behind, abandoned his inheritance and became poor and penniless, but the Lord raised him up.
 

Tobat 3

   
Tuhan Yesus Kristus, Santo Fransiskus Assisi terpanggil untuk hidup sederhana dan rendah hati, miskin namun penuh sukacita. Tuhan, kasihanilah kami
    
Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Raja damai, yang mendirikan Kerajaan-Mu bukan dengan kekuatan senjata yang dahsyat, melainkan dengan sengsara, wafat dan kebangkitan-Mu. Kristus, kasihanilah kami.
    
Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Raja damai, yang dengan lembut dan rendah hati mewartakan sukacita dan keselamatan sejati. Tuhan, kasihanilah kami.
      

Doa Pagi

   
Ya Allah, Santo Fransiskus menjadi miskin dan rendah hati seperti Kristus sendiri. Semoga, kami umat-Mu, bersukacita di dalam Dikau agar kami, yang sudah dibebaskan dari perbudakan dosa, dapat menikmati sukacita abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
            
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (6:14-18)
    

"Pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus."
      
Saudara-saudara, aku sekali-kali tidak mau bermegah selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Bagi semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, dan bagi semua orang yang menjadi milik Allah, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat. Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. Saudara-saudara, Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai rohmu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku.
Ayat. (Mzm 16:1-2a.5.7-8.11; R: 5)
1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, Engkau bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”
2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Mat 11:29ab, 2/4)
Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:25-30)
      
"Aku lemah lembut dan rendah hati."
      
Sekali peristiwa berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab misteri Kerajaan Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan oleh Bapa kepada-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak, serta orang-orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
  
Renungan
   
   Dalam perjalanan hidup, suatu saat kita akan merasa lelah, letih, lesu. Kita tidak bersemangat. Kita malas bangun dari tidur kita. Kepada mereka semua, Yesus menyapa dengan kata-kata ini, “Datanglah kepadaku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” Ajakan Yesus ini tidak cukup hanya dibaca begitu saja. Ajakan Yesus ini perlu kita baca berulang-ulang dan dirasakan maknanya kata perkata. Saat kita membaca sabda Yesus tersebut, sadarilah bahwa setiap orang pasti mempunyai beban sendiri-sendiri. Masing-masing orang juga mempunyai kekuatannya sendiri. Beban yang satu tidak bisa dibandingkan dengan beban yang lain. Mungkin dari sisi berat kalau ditimbang, sama-sama satu kilogram, tetapi talenta kekuatan yang diberikan Tuhan kepada kita tidak sama. Dengan demikian, kekuatan membawa dan menyangga beban juga berbeda.

Injil hari ini mengingatkan kepada kita bahwa kita masing-masing harus memikul salib kita. Kepada kita Tuhan memberikan salib untuk kita pikul sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan kita untuk memanggulnya. Kita masing-masing memiliki salib yang harus kita pikul. Seringkali kita merasa berat atau bahkan terlalu berat untuk memikulnya. Namun demikian, Tuhan mengingatkan bahwa kita tidak pernah memanggul salib melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya. Tuhan senantiasa menyertai kita yang percaya kepada-Nya dan Allah tidak pernah membiarkan kita berjuang sendirian.

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Fransiskus dari Assisi, seorang bangsawan kaya raya yang memutuskan menjadi orang miskin. Ia menjadi orang yang tidak lagi mengandalkan keluarganya yang makmur, melainkan Allah, Bapa-Nya yang mahabaik. Dan kebaikan Allah itu ia alami lewat orang-orang yang mengulurkan tangan padanya waktu ia berkeliling sebagai peminta-minta. Teladan Santo Fransiskus menyadarkan banyak orang pada kebaikan Allah dan mendekatkan mereka pada-Nya.
 
Antifon Komuni (Mat 5:3)
    
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
 
Blessed are the poor in spirit, for theirs is the Kingdom of Heaven.
 
Doa Malam

Allah Bapa yang Mahabaik, Putra-Mu telah mengajak semua yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya supaya mendapatkan kelegaan. Ajarilah kami meletakkan pikulan-Nya di bahu kami, serta menjadi rendah hati dan lemah lembut seperti Dia. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.
            
RENUNGAN PAGI @ NVL + STATE IN FIDE,
MISALE ROMAWI INDONESIA BUKU BACAAN MISA III, hal. 144

Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.

Sabtu, 04 Oktober 2014
Pesta St. Fransiskus dari Assisi


Ayb. 42:1-3,5-6,12-16;  Mzm. 119:66,71,75,91,125,130; Luk.10:17-24

atau  Gal 6:14-18; Mzm 16:1-2a.5.7-8.11; Mat 11:25-30

"Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Apakah nama kita saat ini sudah terdaftar di surga? Tidak ada yang tahu. Namun, kita boleh yakin kalau masa depan kita sudah dijamin oleh Yesus. Tugas kita sekarang dan seterusnya adalah berusaha agar kita tidak kehilangan jaminan tersebut. Bagaimana caranya? Belajar dari para murid: kita menggunakan kuasa dan anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita untk berbuat baik dan untuk mengalahkan kejahatan serta segala macam bujuk rayu roh jahat. Belajar dari St. Fransiskus Assisi yang hari ini kita peringati: kita berusaha untuk selalu gembira hidup sederhana dan rendah hati serta mencintai seluruh ciptaan. St. Fransiskus mewariskan kepada kita doa yang sangat indah dan bermakna mendalam agar kita diberi rahmat untuk menjadi pembawa damai. Marilah doa tersebut kita doakan dan kita wujudkan. -agawpr-

Doa: TUHAN, jadikanlah aku pembawa damai.

Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.

Ya Tuhan Allah,
ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur;
mengerti daripada dimengerti;
mengasihi daripada dikasihi;
sebab dengan memberi kita menerima;
dengan mengampuni kita diampuni,
dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam Hidup Kekal.
Amin.



--

"Barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."

Jumat, 03 Oktober 2014
Jumat Pertama Dalam Bulan --- Hari Biasa Pekan XXVI
   

Ayb. 38:1,12-21; 39:36-38; Mzm. 139:1-3,7-8,9-10,13-14ab; Luk. 10:13-16.
  
"Barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."
   
Tentu tidak sulit bagi kita untuk memahami bahwa menolak seorang utusan berarti pula menolak yang mengutus. Menolak Yesus berarti menolak Bapa yang mengutus-Nya. Dan konsekuensinya jelas, yakni celaka. Yesus datang membawa keselamatan, maka menolak Dia berarti tidak mau merima rahmat keselamatan yang dibawa dan ditawarkan-Nya untuk kita. Nah, bagaimana dengan kita? Kalau kita ingin selamat dan tidak ingin celaka, kuncinya jelas, yakni menerima Yesus dengan sepenuh hati. Sebab, dalam Dia, penderitaan yang seringkali kita anggap sebagai nasib celaka, sesungguhnya justru mendatangkan keselamatan.

Doa: Tuhan, semoga Engkau semakin diterima oleh banyak orang sehingga semakin banyak pula orang yang diselamatkan demi nama-Mu. Amin. -agawpr-

Jumat, 03 Oktober 2014 Jumat Pertama Dalam Bulan -- Hari Biasa Pekan XXVI

Jumat, 03 Oktober 2014
Jumat Pertama Dalam Bulan -- Hari Biasa Pekan XXVI
                
“Setan bukanlah mereka yang menyalibkan-Nya, melainkan engkau, yang bersama mereka menyalibkan-Nya dan masih tetap menyalibkan-Nya, dengan berpuas diri dalam perbuatan jahat dan dalam dosa” (St. Fransiskus dari Assisi).
         
Antifon Pembuka (Mzm 139:13)
    
Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku.
   
Doa Pagi
    

Allah Bapa yang penuh kasih, Engkau telah mengutus Putra-Mu untuk menyapa dan mengajar kami. Kami mohon, bukalah hati kami untuk mengenal, mengagumi, dan menerima-Nya. Berilah kami keberanian untuk menjadi saksi-Nya di lingkungan hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Kitab Ayub (38:1.12-21; 39:36-38)


Tuhan berbicara kepada Ayub dari dalam badai, "Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh dini hari datang atau pernahkah fajar kautunjukkan tempatnya untuk memegang bumi pada ujung-ujungnya, sehingga orang-orang fasik dikebaskan daripadanya, yakni tatkala fajar mengubah bumi menjadi seperti seperti tanah liat yang dimeteraikan, dan mewarnainya seperti orang mewarnai kain? Tatkala orang-orang fasik dirampas terangnya, dan dipatahkan lengannya yang teracung? Pernahkah engkau turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan menyusuri dasar samudera raya? Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat? Tahukah engkau luasnya bumi? Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu. Di manakah jalan ke tempat kediaman terang, dan di manakah tempat tinggal kegelapan, sehingga engkau dapat mengantarnya pulang, dan mengetahui jalan ke rumahnya? Tentulah engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau sudah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak!" Lalu Ayub menjawab kepada Tuhan, "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina. Jawab apakah yang kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. Satu kali aku berbicara, tidak akan kuulangi; dua kali aku berkata, tidak akan kulanjutkan."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal.
Ayat. (Mzm 139:1-3.7-10.13-14ab)

1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
2. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun ada di situ.
3. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
4. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:13-16)
  
   
Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah engkau, Khorazim! Celakalah engkau, Betsaida! Sebab seandainya di Tirus dan Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Maka pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau, Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak! Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati. Barangsiapa mendengarkan kalian, ia mendengarkan Daku; dan barangsiapa menolak kalian, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
   
Renungan

     

Akhir bulan Mei 2014 lalu, umat Katolik yang tengah berdoa rosario di Ngaglik, Sleman (DIY) mengalami kekerasan dari kelompok bergamis. Tuan rumah mengalami luka-luka. Beberapa umat wanita harus dirawat di rumah sakit, slaah satu anak kecil menjadi trauma. Banyak pihak mengecamnya. Tindakan itu tidak beradab, melawan hukum dan menolak kebersamaan sebagai negara yang majemuk. Pihak hirarki Gereja Katolik, Komnas HAM, LSM, dll mengecamnya dengan keras. Namun demikian, kelompok yang gandrung dengan kekerasan itu tak bergeming.

Betapa tidak mudah mengajak orang untuk berubah dari pola dan cara hidupnya? Mengapa? Karena di balik tindakan keras itu ada suatu landasan ideologi. Misalnya, orang lain itu kafir, sehingga mereka merasa benar dan sah untuk melakukan tindakan kekerasan yang lain.

Saat menghadapi orang-orang yang keras hati di Kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum, Yesus pun mengecam kedegilan hati mereka. Yesus frontal. Sang Guru kelihatannya keras dengan kecaman yang membuat merinding. Apakah Yesus marah secara membabi buta sampai kehilangan kasih-Nya sehingga Dia mengatakan, “Celakalah engkau...”?

Tindakan Yesus itu tentu bukan sebuah amarah yang tanpa kendali tetapi merupakan sebuah peringatan yang jelas lagi tegas agar mereka bertobat, sekarang juga. Hidup yang mereka tekuni adalah jahat. Maka, bila mereka tidak mau bertobat dari kejahatan dan dosanya niscaya celaka dan malapetaka akan menghampirinya. Apa reaksi mereka? Peringatan dan kecaman Yesus dianggap angin lalu saja. Mereka tetap pada pendiriannya, maka beberapa kota itu dalam perjalanan waktu memang mengalami celaka kehancuran. Nasi telah menjadi bubur.

Kita tidak elok mengeraskan hati. Peringatan dan kecaman Yesus itu kita anggap sangat layak dan pantas untuk kita indahkan. Dalam hal ini, defensif sama sekali tidak berguna. Reaksi dan kecaman dari pihak luar bahkan dari Yesus sendiri justru harus menjadi cermin, bahwa hidup kita ini harus semakin baik dan benar di hadapan Tuhan dan sesama. Bukankah hidup ini selayaknya bertumbuh seperti hidup Yesus saat masih di dunia? (Yudhi/Cafe Rohani)

"Ada malaikat mereka di Surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di Surga."

Kamis, 02 Oktober 2014
Peringatan Wajib. Para Malaikat Pelindung

   
Kel. 23:20-23a; Mzm. 91:1-2,3-4,5-6,10-11; Mat. 18:1-5,10.

"Ada malaikat mereka di Surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di Surga."

Kepada kita masing-masing, Tuhan memberikan seorang malaikat pelindung. Maka, di mana pun kita berada dan pada saat apa pun, kita tidak pernah sendirian. Seorang malaikat utusan Tuhan selalu bersama-sama dengan kita. Keyakinan akan kehadiran malaikat yang selalu melindungi kita ini sudah ada sejak Perjanjian Lama sebagaimana tampak dalam Bacaan I, "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaekat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. . . " (Kel 23:22 dst). Dalam Bacaan Injil, ditegaskan bahwa malaikat tersebut tidak hanya berperan melindungi dan membimbing kita tetapi juga membuat kita selalu berkontak dengan Allah. Sebab, malaikat yang melindungi kita itu senantiasa memandang wajah Allah di surga. Bersama-sama dengan kita, ia mempersembahkan doa dan karya-karya kita kepada Allah. Untuk selalu menjalin kontak dengan maikat pelindung ini, saya ingat akan salah satu doa yang selalu kami doakan dalam keluarga setiap pagi dan malam: "Malaekating Allah ingkang dados pamomong kula, saha saking sing kadarman Dalem, panjenengan dipun pasrasi ngreksa tuwin njagi kawula, kula aturi madangi, njagi, ngirit, tuwin nuntun kawula. Amin"

Doa: Ya malaikat pelindungku, Engkau yang diutus Tuhan untuk senantiasa menyertai dan melindungi aku, terangilah, jagailah, dan tuntunlah aku selalu. Amin. -agawpr-

Kamis, 02 Oktober 2014 Peringatan Wajib. Para Malaikat Pelindung

Kamis, 02 Oktober 2014
Peringatan Wajib. Para Malaikat Pelindung
  
”Di samping setiap orang beriman, berdiri seorang malaikat sebagai pelindung dan gembala yang akan menuntunnya kepada kehidupan” (St. Basilius Agung)
     
Antifon Pembuka (Dan 3:38)
   
Pujilah Tuhan, hai segala malaikat-Nya. Bermadahlah, luhurkanlah Dia selama-lamanya.
       
Doa Pagi
     
Ya Allah, kami bersyukur atas kasih-Mu kepada kami dengan mengutus para malaikat pelindung untuk menjaga keselamatan kami. Sertailah kami senantiasa dalam peziarahan hidup kami untuk selalu mengutamakan dan berpegang pada jalan-Mu dalam setiap peristiwa dan keadaan. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
       
Tuhan memberikan kepada orang yang dikasihi-Nya malaikat pelindung untuk menjagainya dari segala bentuk marabahaya. Ini bisa dipandang sebagai salah satu cara bagaimana Tuhan memberikan rahmat perlindungan kepada setiap orang yang berserah kepada penyertaan Allah.
    
Bacaan dari Kitab Keluaran (23:20-23a)
   
"Malaikat-Ku akan berjalan di depanmu."
       
Inilah firman Tuhan, “Sungguh, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya; janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuni olehnya, sebab nama-Ku ada di dalam dia. Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan menggempur musuhmu, dan menang atas lawanmu. Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan,
Ref. Malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
Ayat. (Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11)
1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, “Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
2. Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya adalah perisai dan pagar tembok.
3. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang; terhadap penyakit sampar yang menjalar di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
4. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.

Mudah bagi seorang anak untuk menaruh pengharapannya ke dalam tangan orang yang lebih tua. Orang yang memiliki sikap seperti ini terhadap Allah, sudah selangkah lebih maju dalam perjuangannya untuk mengenali dan merasakan kasih penyertaan Allah dalam hidupnya. Sikap penyerahan diri dalam iman harapan dan kasih menjadi pembuka jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:1-5.10)
  
"Malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku di surga."
     
Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka ada di surga, dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan 
 
Allah memberikan malaikat pelindung bagi kita masing-masing. Tujuannya agar hidup kita senantiasa terlindung dari segala hal yang jahat. Allah ingin agar hidup kita selalu terarah kepada-Nya. Kita dapat mengarahkan hidup kita kepada Allah bila kita mengikuti bimbingan para malaikat pelindung yang diberikan Allah kepada kita masing-masing. Malaikat (angelus) adalah pembantu Allah yang bertugas senantiasa mengarahkan hati kita agar selalu tertuju kepada-Nya. Bila kita mendengarkan ajakan malaikat untuk senantiasa mendengarkan Allah niscaya kita pun akan selalu beroleh keselamatan dari Allah.
  
Tanya & Jawab:

 
Siapa para malaikat itu?
Malaikat-Malaikat adalah makhluk murni spiritual, bukan makhluk bertubuh, tak kelihatan, tak dapat mati, dan berpribadi, dianugerahi akal dan kehendak. Mereka mengontemplasikan dan bertatap muka dengan Allah terus-menerus, dan mereka memuliakan-Nya. Mereka mengabdi-Nya dan menjadi pembawa pesan dalam melaksanakan misi penyelamatan-Nya bagi semua.
 
Dengan cara bagaimana para malaikat hadir dalam kehidupan Gereja?

Gereja bergabung dengan para malaikat dalam menyembah Allah, meminta pertolongan mereka dan memperingati mereka dalam liturgi. (Kompendium Katekismus Gereja Katolik, 60-61)

Doa Malam
 
Tuhan Allah yang Mahabaik, hari ini para malaikat-Mu bersukaria di surga karena Engkau telah merayakan pesta mereka di dunia ini. Terima kasih Tuhan atas kesempatan ini. Semoga kelak kami pun dapat bersukacita bersama para malaikat pelindung kami di surga. Amin.
 
Antifon Komuni (Mzm 138:1)
  
Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.
  
 
RUAH

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy