Jumat, 04 September 2015
Hari Biasa Pekan XXII (Jumat Pertama Dalam Bulan)
“Janganlah puas menjalani kehidupan Kristiani yang biasa-biasa saja.
Berjalanlah dengan kebulatan tekad disepanjang jalan kekudusan” – Paus
Fransiskus
Antifon Pembuka
Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja. Dialah yang sulung, yang pertama
bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang paling utama dalam
segala sesuatu.
Doa Pagi
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau tidak tampak dan tiada seorang
pun yang pernah melihat Engkau. Berkenanlah menerima iman kami akan
Yesus, yang menyampaikan sabda-Mu kepada kami dan bangunlah kami menjadi
umat-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu yang hidup dan
berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang
masa. Amin.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (1:15-20)
"Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia."
Saudara-saudara, Allah tidak kelihatan. Kristuslah gambar-Nya. Dialah
yang pertama dari segala ciptaan. Sebab dalam Kristuslah telah
diciptakan segala sesuatu, baik di surga maupun di bumi, baik yang
kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan,
baik pemerintah maupun penguasa. Segala sesuatu diciptakan dengan
perantaraan-Nya dan untuk Dia. Dia ada mendahului segala sesuatu dan
segala sesuatu ada dalam Dia. Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja.
Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati,
sehingga Dialah yang paling utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh
kepenuhan Allah berkenan diam dalam Kristus, dan dengan perantaraan
Kristus Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya. Baik yang ada
di bumi, maupun yang ada di surga, segalanya didamaikan oleh darah
Kristus yang tersalib.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan, do = g 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
atau Datanglah ke hadapan Tuhan dengan sorak-sorai.
Ayat. (Mzm 100:2.3.4.5; Ul: lih.3c)
1. Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah, Dialah yang menjadikan kita, dan
punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah
ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan
pujilah nama-Nya!
4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 8:12)
Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:33-39)
"Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa."
Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada
Yesus, "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian
pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum."
Yesus menjawab, "Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi
mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya mempelai
diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Yesus
mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, "Tiada seorang pun
mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk ditambalkan pada baju
yang tua. Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak. Apalagi
kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru tidak akan cocok pada baju
yang tua. Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke
dalam kantong kulit yang tua. Sebab jika demikian, anggur baru itu akan
mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu
pun hancur. Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru
pula. Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum
anggur yang baru, sebab ia akan berkata, 'Anggur yang tua lebih baik'."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Ketika menulis surat kepada Jemaat di Kolose, Paulus berhadapan dengan suatu aliran yang biasa disebut gnostik,
yang secara harafiah berarti kaum berilmu. Jalan pemikiran aliran ini
amat rumit, misalnya keselamatan bagi mereka adalah pengetahuan
intelektual. Karenanya, keselamatan hanya diperuntukkan bagi yang
berilmu. Sementara menurut iman Kristiani, keselamatan adalah penebusan
dan pengampunan dosa bagi semua orang. Bahwa keselamatan adalah "bagi
setiap orang" inilah yang dengan sangat tegas dinyatakan oleh Paulus
dalam Kol 1:28: "Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati, dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang
kepada kesempurnaan dalam Kristus." Pandangan kaum berilmu seperti itu
dengan sendirinya menyangkut pokok iman Kristiani, yaitu tempat dan
peran Kristus dalam keselamatan. Berikut ini beberapa contoh gagasan
pokok, dengan mengesampingkan rumitnya pemikiran.
Pertama, Rasul Paulus menegaskan bahwa Yesus adalah
"gambar Allah yang tidak kelihatan" (ay. 15). Selanjutnya ia mengatakan,
"Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia" (ay. 19).
Gagasan yang sama oleh Yohanes disampaikan dengan cara yang lain. Ketika
menjawab orang-orang Yahudi yang menanyakan apakah Diri-Nya Mesias,
Yesus menjawab, "Aku dan Bapa adalah satu" (10:30). Ketika Filipus minta
agar Dia menunjukkan Bapa kepada para murid, Yesus berkata antara lain
"....Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa .... bahwa Aku
di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku ..." (14:9-10). Kedua, Yesus
diberi gelar sulung. Sulung adalah gelar kehormatan yang berarti yang
paling dicintai (Bdk. Kel 4:22). Lebih daripada itu sulung juga
merupakan gelar Mesias (Bdk. Mzm 89:28). Ketiga, Yesus
juga disebut kepala tubuh (ay. 18), yaitu jemaat [Gereja]. Maksudnya
melalui jemaatlah Yesus berkarya dan tanpa Yesus jemaat tidak berarti
apa-apa. Selanjutnya, mengenai peranan Kristus bagi seluruh jagat raya
dinyatakan, ".... oleh Dialah (=Kristus), Ia (=Allah) memperdamaikan
segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada
di surga ...." (ay. 19-20). Dengan demikian alam semesta dikembalikan ke
hakikatnya yang semula, sebagaimana ditegaskan dalam kisah penciptaan,
bahwa "semua itu baik" (Kej 1:4.10.12.18.21.25.31). Akhirnya tujuan
semua itu adalah "...untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan
bercacat di hadapan-Nya (ay. 22). Jelaslah Paulus membela kebenaran
ajaran Kristiani melawan aliran yang menentangnya. Pembelaan ini bukan
sekadar demi kebenaran konsep-konsep, melainkan agar para beriman yakin
bahwa mereka dipanggil untuk hidup kudus, tak bercela, dan tak bercacat
di hadapan Tuhan. (IS/Inspirasi Batin 2015)
Antifon Komuni (Kol 1:18)
Kristuslah kepala tubuh yaitu Gereja. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari alam maut.