| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Jumat, 06 Mei 2022 Hari Biasa Pekan III Paskah

 

Jumat, 06 Mei 2022
Hari Biasa Pekan III Paskah

"Tubuh Kristus memberi hidup kepada mereka yang bersatu dengan Dia". (St. Sirilus dari Alexandria)


Antifon Pembuka (Why 5:12)

Anak Domba yang telah dikurbankan pantas menerima kekuatan dan keallahan, kebijaksanaan, keperkasaan dan kehormatan. Alleluya.

Worthy is the Lamb who was slain, to receive power and divinity, and wisdom and strength and honor, alleluia.


Doa Pagi

Allah Bapa sumber kehidupan sejati, Engkau telah menyediakan makanan surgawi bagi kami, yaitu Tubuh dan Darah Putra-Mu. Ajarilah kami untuk sungguh-sungguh mengimani kehadiran Putra-Mu dalam Ekaristi, sehingga kami pun dapat menimba daya hidup dari-Nya. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,  Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Kisah Para Rasul (9:1-20)
   
"Orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku, untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain."
     
Ketika pecah penganiayaan terhadap jemaat, hati Saulus berkobar-kobar untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah, dan kedengaran olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya, “Akulah Yesus yang kauaniaya itu! Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota. Di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Maka termangu-mangulah temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jua pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa. Teman-temannya harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, “Ananias!” Jawabnya, “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan, “Pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus, yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Jawab Ananias, “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu betapa banyak kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Tetapi firman Tuhan kepadanya, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Dan seketika itu juga seolah-olah ada selaput gugur dari matanya, sehingga Saulus dapat melihat lagi. Saulus bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4, PS 827
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!
Ayat. (Mzm 117:1bc.2)
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 6:56)
Barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan.   
   
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (6:52-59)
  
"Daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan Darah-Ku adalah benar-benar minuman."
   
Di rumah ibadat di Kapernaum orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata, “Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?” Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan Daging Anak Manusia dan minum Darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu, barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab Daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan Darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Akulah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

   
Renungan

Biasanya, seseorang memiliki lima indera - penglihatan, pendengaran, rasa, penciuman, sentuhan.

Kelima indera ini membantu kita untuk berinteraksi dengan orang lain dan dengan lingkungan sekitar kita

Tetapi ketika kita kehilangan satu atau lebih dari indera-indera ini hanya untuk sementara atau selama beberapa hari, kita akan tahu betapa tidak nyaman atau cacatnya kita nantinya.

Jika kita kehilangan indra penciuman, kita tidak akan bisa menangkap bau atau aroma, tetapi mungkin tidak terlalu buruk.

Jika kita kehilangan indera peraba, kita tidak akan bisa merasakan apakah ada sesuatu yang panas atau dingin. Tapi itu masih tidak terlalu buruk. Jika kita kehilangan indera perasa, kita tidak akan bisa menikmati makanan seperti sebelumnya. Itu bisa sangat membuat depresi.

Jika kita kehilangan pendengaran kita, dunia diam bagi kita dan kita tidak tahu apa yang orang katakan kepada kita. Itu bisa sangat membuat depresi.

Tetapi ketika kita kehilangan penglihatan, itu bisa sangat mengerikan. Kita tidak akan berani bergerak dan kita akan membutuhkan bantuan orang lain untuk bergaul.

Dalam bacaan pertama, Saulus kehilangan penglihatannya setelah mengalami cahaya terang itu dalam perjalanan ke Damaskus, dan selama tiga hari dia tidak makan atau minum.

Selama tiga hari, Saulus sama sekali tidak berdaya. Dia sangat berbeda dari penganiaya yang kejam dan haus darah seperti sebelumnya.

Kemudian Tuhan mengutus Ananias untuk menyembuhkannya dan memulihkan penglihatannya, dan dia dibaptis dan kemudian dia mulai berkhotbah dengan kata-kata ini "Yesus adalah Anak Allah".

Sebagian besar dari kita memiliki kemampuan panca indera kita, tetapi dibutuhkan iman untuk mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah, yang datang kepada kita untuk memberi kita Roti Kehidupan.

Yesus adalah Roti Hidup kita, makanan dan minuman sejati kita, dan dengan Dia yang tinggal di dalam kita, tidak ada lagi yang kita inginkan. Dengan Dia kita memiliki hidup dan hidup sepenuhnya, karena itu adalah hidup dengan Tuhan dan di dalam Tuhan. 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 
Oleh sebab itu ajaran yang dipegang teguh oleh Gereja tentang makna Ekaristi bukan saja sebagai perjamuan melainkan juga bahkan terutama sebagai kurban, dengan setepatnya dilihat sebagai salah satu pintu masuk utama bagi semua orang beriman akan partisipasi penuh dalam Sakramen sebesar ini. "Karena, bila dilucuti dari segi kurban, maka misteri ini hanya diartikan dan dipentingkan tidak lebih daripada sebuah perjamuan persaudaraan". (Redemptionis Sacramentum, Instruksi VI tentang sejumlah hal yang perlu dilaksanakan atau dihindari berkaitan dengan Ekaristi Mahakudus, No. 38)
   
  
KATEKESE: KEHADIRAN KRISTUS DALAM MISA
 
 Paskah Kristus mencakup bukan hanya sengsara dan wafat-Nya, melainkan juga kebangkitan-Nya. Ini dikumandangkan oleh aklamasi umat sesudah konsekrasi, "Kebangkitan-Nya kita muliakan." Kurban Ekaristi menghadirkan bukan saja misteri sengsara dan wafat Juruselamat, tetapi juga misteri kebangkitan-Nya, yang memahkotai pengorbanan-Nya. Adalah sebagai Seorang yang hidup dan bangkit, Kristus dapat menjadi "roti hidup" (Yoh 6:35, 48, 51). 
 
 Santo Ambrosius mengingatkan para terbaptis baru mengenai pengenaan peristiwa kebangkitan kepada hidup mereka, "Hari ini Kristus menjadi milikmu, kendati Ia bangkit lagi setiap hari bagimu." Santo Sirilus dari Aleksandria memberi juga penegasan bahwa ambil bagian dalam misteri suci "adalah pengakuan sejati dan peringatan bahwa Tuhan telah wafat dan hidup kembali bagi kita dan sebagai pengganti diri kita."
 
 Penghadiran sakramental kurban Kristus yang dimahkotai oleh kebangkitan-Nya, dalam Misa menyangkut kehadiran yang sangat istimewa, yang - dalam kata-kata Paus Paulus VI - "disebut 'real', bukan untuk menolak segala jenis kehadiran lain seolah-olah tidak nyata, melainkan sebab kehadiran pada Misa ini adalah YANG PALING PENUH: kehadiran substansial, di mana Kristus, Allah-Manusia, seluruhnya HADIR SECARA PENUH." (St. Yohanes Paulus II, Surat Ensiklik Ecclesia de Eucharistia (Ekaristi dan Hubungannya dengan Gereja), No. 14-15)

  
Antifon Komuni

Kristus yang disalibkan telah bangkit dari antara orang mati dan telah menebus kita, alleluya.

The Crucified is risen from the dead and has redeemed us, alleluia.
     

 

Credit: Sidney de Almeida/istock.com

(RENUNGAN PAGI)

Kamis, 05 Mei 2022 Hari Biasa Pekan III Paskah


Kamis, 05 Mei 2022
Hari Biasa Pekan III Paskah
  
Liturgi sebagai tindakan suci par excellence adalah puncak yang menjadi arah kegiatan Gereja dan merupakan sumber semua kekuatannya. Melalui liturgi, Kristus meneruskan karya penebusan kita dalam, dengan, dan melalui Gereja. (Kompendium Katekismus Gereja Katolik, No. 219)
 
Antifon Pembuka (Kel 15:1-2)
 
Marilah kita memuji Allah, pahlawan gagah perkasa. Ia menyelamatkan kita dengan kekuatan-Nya yang jaya, alleluya.
 
Let us sing to the Lord, for he has gloriously triumphed. The Lord is my strength and my might; he has become my salvation, alleluia.
  
Doa Pagi
  
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, hari-hari ini, Engkau menyatakan cinta kasih-Mu dengan lebih berlimpah kepada kami dan membebaskan kami dari kesesatan. Semoga kami semakin terbuka bagi rahmat-Mu, dan semakin teguh dalam kebenaran-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      
   

Bacaan dari Kisah Para Rasul (8:26-40)    

 
"Jika Tuan percaya dengan segenap hati, Tuan boleh dibaptis."
    
Waktu Filipus di Samaria, berkatalah seorang malaikat Tuhan kepadanya, “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menyusur jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang, ia duduk dalam keretanya sambil membaca kitab Nabi Yesaya. Lalu kata Roh kepada Filipus, “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” Filipus segera mendekat, dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab Nabi Yesaya. Kata Filipus, “Mengertikah Tuan apa yang Tuan baca itu?” Jawabnya, “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya, siapakah yang akan menceritakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. Maka kata sida-sida itu kepada Filipus, “Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?” Maka mulailah Filipus berbicara, dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan, dan tiba di suatu tempat yang ada airnya. Lalu kata sida-sida itu, “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?” Sahut Filipus, “Jika Tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya, “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.” Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus, dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia menjelajah daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!
Ayat. (Mzm 66:8-9.16-17.20; R:1)
1. Pujilah Allah kami, hai para bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.
2. Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takwa kepada Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku. Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.
3. Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku, dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya daripadaku.

Bait Pengantar Injil, do = g, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 6:51)
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan. Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.
     
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (6:44-51)
    
"Akulah roti hidup yang telah turun dari surga."
    
Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku; dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi; Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa! Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari surga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Bagaimana Kristus hadir dalam Sakramen Ekaristi?
Yesus Kristus hadir dalam Sakramen Ekaristi dalam cara yang unik dan tak
tertandingi. Dia hadir dalam cara yang sungguh-sungguh, nyata, dan substansial, dengan Tubuh dan Darah-Nya, dengan Jiwa dan Keilahian-Nya. Karena itu dalam Sakramen Ekaristi, Dia hadir secara sakramental, yaitu dalam rupa roti dan anggur ekaristis, Kristus penuh dan total, Allah dan Manusia. (Kompendium Katekismus Gereja Katolik, No. 282)

Renungan
   
 Pembicara yang baik bukan hanya orang yang bisa berbicara tanpa henti.

Pembicara yang baik pandai berbicara dan juga fasih.

Artikulasi berarti mampu berbicara dengan baik dan jelas, dan menggunakan kata-kata dan tata bahasa yang tepat untuk menyampaikan maksud.

Fasih berarti berbicara dengan baik dan jelas, serta membuat pendengarnya merasakan sesuatu dalam kata-kata yang diucapkan.

Sebagai seorang pengkhotbah, Yesus pandai berbicara. Dan Dia juga fasih dalam hal Dia membuat pendengar merasakan sesuatu tentang apa yang Dia katakan serta untuk menarik tanggapan dari mereka.

Dalam Injil, ketika Dia berbicara tentang diri-Nya sebagai roti hidup, para pendengar tidak boleh tergerak sampai Dia mengatakan ini:

"Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”


Dan ketika kita mendengarkan ini, yang bukanlah sesuatu yang baru atau mengejutkan bagi kita, kita juga harus membuat tanggapan yang diperbarui kepada Yesus, Roti Hidup kita, dan percaya bahwa daging-Nyalah yang kita makan.

Ketika kita benar-benar percaya itu, maka bukan hanya dengan kata-kata kita menyatakan iman kita.

Itu akan dan harus dengan hidup kita bahwa kita bersaksi bahwa kita adalah Tubuh Kristus.

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 
 Antifon Komuni (2Kor 5:15)

Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka, alleluya.

Christ died for all, that those who live may live no longer for themselves, but for him, who died for them and is risen, alleluia.
  
Credit: wideonet/istock.com



RENUNGAN PAGI

 

 

Rabu, 04 Mei 2022 Hari Biasa Pekan III Paskah

 

Rabu, 04 Mei 2022
Hari Biasa Pekan III Paskah
    
"Saya tidak mampu melakukan hal-hal besar, tetapi saya ingin melakukan segala sesuatu, bahkan hal-hal terkecil, untuk kemuliaan Allah yang lebih besar." -St. Dominikus Savio
  
Antifon Pembuka (Mzm 71(70):8.23)

Semoga lidahku bernyanyi memuji Engkau. Semoga bibirku bersorak bermadah kepada-Mu, alleluya.
  
Let my mouth be filled with your praise, that I may sing aloud; my lips shall shout for joy, when I sing to you, alleluia.
  
Doa Pagi

Allah Bapa yang berbelaskasih, kami telah Kauberi iman kepercayaan. Semoga berkat bantuan-Mu itu kami bangkit bersama Putra-Mu yang tunggal dan hidup mulia selamanya. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,  Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (8:1b-8)
    
 
"Mereka menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil."
       
Setelah Stefanus dibunuh, mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu. Ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki serta perempuan ke luar, lalu menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Mereka yang tersebar menjelajah ke seluruh negeri sambil memberitakan Injil. Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!
Ayat. (Mzm 66:1-3a.4-5.6-7a; R:1)
1. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah, "Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu!"
2. Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, seluruh bumi memazmurkan nama-Mu. Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia.
3. Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil, do = g, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 6:40)
Setiap orang yang percaya kepada Anak, beroleh hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkannya pada akhir zaman.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes (6:35-40)
     
"Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal."
      
Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, "Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguh pun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus) 
 
Renungan 
  
Jika kita mengatakan bahwa melihat adalah percaya, maka kita mungkin harus berpikir lagi. Setidaknya kita tahu bahwa apa yang kita lihat di film tidak senyata itu, meskipun aktor dan propertinya cukup nyata.

Tetapi yang benar-benar menakjubkan adalah bahwa dengan munculnya grafik komputer, apa yang kita lihat di film mungkin bahkan tidak ada dalam kenyataan.

Jadi kita mungkin atau mungkin tidak percaya pada apa yang kita lihat, tetapi kita mungkin sangat terkesan dengannya.

Dalam Injil, Yesus berkata kepada orang-orang, "
Sungguh pun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya."

Ya, orang-orang dapat melihat Yesus, bahwa Dia nyata, dengan daging dan darah, tetapi mungkin tidak begitu mengesankan.

Ya, kesan-kesan itu penting, dan kesan-kesan itu juga akan membentuk kesimpulan, dan tampaknya kesimpulan orang-orang tentang Yesus adalah bahwa Dia tidak terlalu mengesankan. Jadi orang-orang mengabaikan Dia.

Dan jika orang kemudian melihat apa yang terjadi dengan Gereja dalam bacaan pertama, mereka mungkin juga akan mengabaikan Gereja.

Di bawah penganiayaan yang pahit dan dengan Saul keluar untuk kehancuran total, Gereja tidak akan memiliki kesempatan sama sekali untuk bertahan hidup.

Namun Gereja bertahan, dan bahkan selama 2000 tahun. Tetapi dengan krisis iman di Gereja, kita mungkin bertanya-tanya tentang masa depan keberadaannya. Juga keadaan Gereja saat ini tidak terlalu mengesankan.

Apa pun kesan yang kita miliki tentang Gereja, kita juga harus tahu bahwa ada misteri Gereja, dan itu adalah kehadiran Roh Kudus yang membimbing Gereja.

Kita mungkin tidak dapat melihat kehadiran Roh Kudus, tetapi marilah kita mempercayainya, maka kita akan dapat melihat lebih dari apa yang terlihat oleh mata. 
(RENUNGAN PAGI) 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini


   
Kristus Menampakkan Diri kepada Para Rasul setelah Kebangkitan
Artist Szymon Czechowicz  (1689–1775 public domain) 
 

Selasa, 03 Mei 2022 Pesta St. Filipus, dan Yakobus, Rasul

 

Selasa, 03 Mei 2022
Pesta St. Filipus, dan Yakobus, Rasul
  
Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam Kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus dari Nazaret. (St. Filipus)


Antifon Pembuka

Merekalah orang-orang suci, yang dipilih Tuhan dalam cinta kasih besar, dan dimahkotai dengan kemuliaan abadi. Alleluya.
  
 
These are the holy men whom the Lord chose in his own perfect love; to them he gave eternal glory, alleluia.
    
Pada misa ini ada Madah Kemuliaan, tanpa Syahadat
  
Doa Pagi

Allah Bapa, kerinduan umat manusia, Engkau telah memperkenankan kami bergembira merayakan Pesta rasul-Mu Filipus dan Yakobus. Kami percaya akan bantuan doa mereka. Maka kami mohon semoga kami Kauperkenankan bersama mereka ikut serta dalam sengsara dan kebangkitan Putra-Mu dan pada suatu ketika memandang wajah-Mu dalam kebahagiaan abadi. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah,  sepanjang segala masa. Amin.
              
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (15:1-8)
     
"Tuhan menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul."
      
Saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu akan Injil yang aku beritakan kepadamu dan telah kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, sebagaimana kuberitakan kepadamu; - kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. – Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, yakni bahwa Kristus telah wafat karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah dimakamkan, dan pada hari yang ketiga telah dibangkitkan sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas, dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, lalu kepada semua rasul. Dan yang paling akhir Ia menampakkan diri juga kepadaku, seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, re = b, 4/4, PS 834
Ref. Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan.
Ayat. (Mzm 19:2-3.4-5; R: 5a)
1. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkan kepada hari yang lain, dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.
2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

Bait Pengantar Injil, do = d, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. 
    
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (14:6-14)
  
"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, namun engkau tidak mengenal Aku!"
   
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada Tomas, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia, dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada Yesus, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata ‘Tunjukkanlah Bapa kepada kami?’ Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

  

Renungan
     
Dari catatan Injil, kita tahu sedikit tentang karakter beberapa rasul seperti Petrus, Yakobus dan Yohanes.

Tetapi dengan rasul seperti Filipus dan Yakobus (putra Alfeus) kita hanya memiliki cuplikan.

Namun dari potongan-potongan ini, kita bisa melihat gambaran siapa mereka.
  
Filipus adalah tipe orang yang ingin melihat kenyataan sebelum melangkah lebih jauh.

Itulah sebabnya dalam Injil, ia meminta Yesus untuk membiarkan mereka melihat Bapa, dan kemudian mereka akan puas dan karenanya dapat melanjutkan ke langkah berikutnya atau tahap berikutnya.

Jadi bahkan ketika pada waktu yang jauh lebih awal dalam Injil, ketika Filipus memberi tahu Natanael tentang Yesus, bujukannya hanyalah "Datang dan lihatlah" yang lembut (Yohanes 1:46)

Itu Filipus. Dia perlu melihat dulu sebelum dia bisa melanjutkan dan meminta orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Filipus dan Yakobus melihat Yesus tetapi mereka membutuhkan waktu lama sebelum mereka benar-benar mengenal Dia dan memahami Dia dan akhirnya mengasihi Dia.

Dan ketika mereka mulai mengasihi Yesus, mereka juga mewartakan Dia dan membuat Dia dikenal.

Demikian juga perjalanan spiritual kita. Kita mungkin tahu sedikit tentang Yesus, tetapi pasti ada lebih banyak lagi yang akan diungkapkan kepada kita.

Jadi bagaimana kita menjalani hidup kita dan bagaimana kita menyatakan iman kita, itu akan menunjukkan betapa kita mengenal Yesus dan betapa kita mengasihi Dia.

Marilah kita selalu berdoa agar kita semakin bertumbuh dalam kasih kita kepada Yesus.

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
  
Antifon Komuni (Bdk. Yoh 14: 8-9)
      
"Tuhan Yesus, tunjukkanlah Bapa kepada kami, maka puaslah kami." 
"Filipus, orang yang telah melihat Aku, telah melihat Bapa." Alleluya.
     
Lord, show us the Father, and that will be enough for us. Whoever has seen me, Philip, has seen the Father also, alleluia.
 
Doa Malam
   
Ya Tuhan, bimbinglah aku agar tetap setia kepada-Mu sehingga aku beroleh hidup yang kekal. Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu atas imanku ini. Amin.
 
 
Artwork: Duccio di Buoninsegna, Apostles Philip and James the Elder (from Maesta), 1308-11. Tempera on wood, Museo dell’Opera del Duomo, Siena
 
     
RENUNGAN PAGI

Paus Fransiskus: 'Dokter mengatakan kepada saya untuk tidak berjalan'

 

Kota Vatikan, 30 Apr 2022 18:40 WIB

Paus Fransiskus mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia terus memiliki masalah dengan kakinya, yang oleh dokternya telah memerintahkan dia untuk tidak berjalan.

“Ada masalah: kaki ini tidak bagus, tidak berfungsi, dan dokter menyuruh saya untuk tidak berjalan. Saya suka pergi, tapi kali ini saya harus menuruti dokter,”
ujarnya dalam pertemuan dengan rombongan ziarah Katolik dari Slovakia, 30 April lalu.

Di akhir pidatonya di Aula Paulus VI Vatikan, paus mengatakan dia tidak akan bisa berjalan untuk menyambut para peziarah Slovakia.

“Untuk ini saya akan meminta pengorbanan Anda menaiki tangga dan saya akan menyapa Anda dari sini, duduk,
” katanya. "Ini adalah penghinaan, tapi saya mempersembahkannya untuk negara Anda."

Paus Fransiskus menderita radang ligamen di lutut kanannya, menyebabkan rasa sakit saat dia berjalan. Selama beberapa minggu terakhir, dia telah membatalkan pertemuan dan memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktu duduk selama audiensi publik atau Misa.

Selama pertemuan hari Sabtu, paus berjalan tanpa bantuan, tetapi terlihat pincang, ke tempat duduknya di atas panggung. Ia pun berdiri sambil memberikan berkat terakhir. Dia sebaliknya tetap duduk.

Dalam sambutannya, Paus Fransiskus berbicara tentang kunjungannya ke Slovakia pada September 2021, yang katanya dia bawa “di dalam hati saya.”

Dia berbicara kepada ribuan umat Katolik yang datang berziarah ke Roma dari Slovakia sebagai ucapan syukur atas perjalanan paus ke negara mereka.

“Sangat menyenangkan bagi saya untuk melihat bagaimana Gereja di Slovakia menghayati kekayaan keragaman ritus dan tradisi, sebagai jembatan yang menyatukan Kristen Barat dan Timur,” kata Paus Fransiskus.

“Kami bersyukur kepada Tuhan karena, meskipun ada pandemi, saya dapat mengunjungi negara Anda; semoga Dia menjadikan buah-buah perjalanan kerasulan itu matang.”

Paus Fransiskus juga berterima kasih kepada orang-orang Slovakia karena telah menyambutnya di negara mereka, dan atas keramahan yang sekarang mereka tunjukkan kepada para pengungsi Ukraina yang melarikan diri dari perang.

“Dalam beberapa bulan terakhir, banyak keluarga, paroki, dan institusi Anda telah menerima di bawah atap mereka para ibu dan anak-anak dari keluarga Ukraina yang terpaksa berpisah untuk menyelamatkan diri, yang datang dengan barang bawaan mereka yang buruk,” katanya.

“Melihat ke mata mereka,”
Paus menambahkan, “Anda adalah saksi bagaimana perang melakukan kekerasan terhadap ikatan keluarga, menghalangi anak-anak dari kehadiran ayah mereka, sekolah, dan meninggalkan kakek-nenek ditinggalkan.”

Dia mendorong umat Katolik Slovakia untuk terus berdoa dan bekerja untuk perdamaian di negara mereka.

“Barangsiapa menyambut orang yang membutuhkan tidak hanya melakukan tindakan amal, tetapi juga iman, karena dia mengakui Yesus di dalam saudara dan saudarinya,
” katanya.

“Terima kasih,”
lanjutnya, “atas kesetiaan Anda kepada Kristus, yang dimanifestasikan dalam kesaksian iman yang hidup, dalam ekumenisme praktis dari hubungan Anda dengan tetangga Anda, dalam amal penyambutan juga dari mereka yang berbeda, dalam menghormati setiap kehidupan manusia dan dalam kepedulian yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.”
 

St Athanasius, 'Bapa Ortodoksi,' diperingati setiap tanggal 2 Mei

 



Umat ​​Katolik memperingati St. Athanasius setiap 2 Mei. Uskup abad keempat ini dikenal sebagai "bapa ortodoksi" karena dedikasinya yang mutlak terhadap doktrin keilahian Kristus.
     
Ortodoksi (dalam bahasa Yunani: ὀρθοδοξία, ortodoksía, artinya "pendapat yang benar") adalah kepatuhan terhadap keyakinan-keyakinan yang benar, khususnya di dalam kehidupan beragama.
 
St. Athanasius lahir dari orang tua Katolik yang tinggal di kota Alexandria di Mesir pada tahun 296. Orang tuanya sangat berhati-hati untuk mendidik putra mereka, dan bakatnya menarik perhatian seorang imam lokal yang kemudian dikanonisasi sebagai St. Alexander dari Alexandria . 

Sekitar usia 19, Athanasius menghabiskan periode formatif di gurun Mesir sebagai murid St Antonius dalam komunitas monastiknya. Kembali ke Aleksandria, ia ditahbiskan sebagai diakon pada tahun 319, dan melanjutkan bantuannya kepada Aleksander yang telah menjadi uskup. Gereja Katolik, yang baru diakui oleh Kekaisaran Romawi, telah menghadapi serangkaian bahaya baru dari dalam.

Ancaman paling serius bagi Gereja abad keempat datang dari seorang imam bernama Arius, yang mengajarkan bahwa Yesus tidak mungkin ada secara kekal sebagai Tuhan sebelum inkarnasinya sebagai manusia. Menurut Arius, Yesus adalah makhluk ciptaan tertinggi, dan dapat dianggap "ilahi" hanya dengan analogi. Arian mengaku percaya pada "keilahian" Yesus, tetapi hanya berarti bahwa Dia adalah ciptaan Allah yang terbesar.

Penentang Arianisme melahirkan banyak kitab suci yang mengajarkan pra-eksistensi kekal Kristus dan identitasnya sebagai Tuhan. Meskipun demikian, banyak orang Kristen berbahasa Yunani merasa secara intelektual lebih mudah untuk percaya kepada Yesus sebagai setengah dewa yang diciptakan, daripada menerima misteri hubungan Bapa-Anak di dalam Ketuhanan. Pada 325, kontroversi memecah Gereja dan meresahkan Kekaisaran Romawi.

Pada tahun itu, Athanasius menghadiri Konsili Ekumenis Pertama, yang diadakan di Nicea untuk memeriksa dan menilai doktrin Arius berdasarkan tradisi kerasulan. Ini menegaskan kembali ajaran abadi Gereja tentang keilahian penuh Kristus, dan menetapkan Pengakuan Iman Nicea sebagai pernyataan iman yang otoritatif. Sisa hidup Athanasius adalah perjuangan terus-menerus untuk menegakkan ajaran konsili tentang Kristus.

Menjelang akhir hayat St. Alexander, dia bersikeras agar Athanasius menggantikannya sebagai Uskup Aleksandria. Athanasius mengambil posisi tepat ketika Kaisar Konstantinus, meskipun telah mengadakan Konsili Nicea, memutuskan untuk melonggarkan kecamannya terhadap Arius dan para pendukungnya. Namun, Athanasius terus-menerus menolak untuk menerima Arius dalam persekutuan, meskipun ada desakan dari kaisar.

Sejumlah Arian menghabiskan beberapa dekade berikutnya mencoba untuk memanipulasi uskup, kaisar dan Paus untuk bergerak melawan Athanasius, terutama melalui penggunaan tuduhan palsu. Athanasius dituduh melakukan pencurian, pembunuhan, penyerangan, dan bahkan menyebabkan kelaparan dengan mengganggu pengiriman makanan.

Arius jatuh sakit dan meninggal secara mengenaskan pada tahun 336, tetapi bidatnya terus hidup. Di bawah pemerintahan tiga kaisar yang mengikuti Konstantinus. Athanasius diasingkan setidaknya lima kali karena bersikeras pada Pengakuan Iman Nicea sebagai aturan iman otoritatif Gereja.

Athanasius menerima dukungan dari beberapa Paus, dan menghabiskan sebagian dari pengasingannya di Roma. Namun, Kaisar Konstantius berhasil memaksa satu Paus, Liberius, untuk mengutuk Athanasius dengan menculiknya, diancam akan dibunuh, dan diusir dari Roma selama dua tahun. Paus akhirnya berhasil kembali ke Roma, di mana ia kembali menyatakan ortodoksi Athanasius.

Konstantius bertindak lebih jauh dengan mengirim pasukan untuk menyerang imam dan jemaatnya. Baik tindakan ini, maupun upaya langsung untuk membunuh uskup, tidak berhasil membungkamnya. Namun, mereka sering mempersulit dia untuk tetap tinggal di keuskupannya. Dia menikmati istirahat setelah kematian Konstantius pada tahun 361, tetapi kemudian dianiaya oleh Kaisar Julian yang murtad, yang berusaha untuk menghidupkan kembali paganisme.

Pada tahun 369, Athanasius berhasil mengadakan pertemuan 90 uskup di Alexandria, demi memperingatkan Gereja di Afrika terhadap ancaman Arianisme yang terus berlanjut. Dia meninggal pada tahun 373, dan dibenarkan oleh penolakan yang lebih komprehensif terhadap Arianisme pada Konsili Ekumenis Kedua, yang diadakan pada tahun 381 di Konstantinopel.

St. Gregorius Nazianze, yang memimpin sebagian dari konsili itu, menggambarkan St. Athanasius sebagai “pilar sejati gereja”, yang “kehidupan dan perilakunya adalah aturan para uskup, dan doktrinnya adalah aturan iman ortodoks.”

Senin, 02 Mei 2022 Peringatan Wajib St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

 

Senin, 02 Mei 2022
Peringatan Wajib St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

Bagaimana persekutuan dengan Yesus harus dibangun? St. Yohanes Paulus II menjelaskan bahwa hubungan setiap murid dengan Yesus haruslah "hidup bersatu mesra" (Anjuran Apostolik Pastores Dabo Vobis, 25 Maret 1992, No. 46). Lebih lanjut dikatakan, "Persatuan kita dengan Tuhan Yesus, yang berakar dalam Pembaptisan dan dipupuk dengan Ekaristi, perlu mengungkapkan diri dan dibarui secara radikal dari hari ke hari." Tambahnya lagi, "Yesus telah mengajarkan kepada kita kenyataan hidup Kristen yang mengagumkan itu, yang juga merupakan jantung hidup rohani, dengan perumpamaan-Nya tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya (Yoh 15:1.4-5)
     
Antifon Pembuka (Bdk. Sir 44:15.14)

Kebijaksanaan orang suci diwartakan para bangsa. Kemuliaannya dikabarkan umat, dan nama mereka hidup terus, dikenang turun-menurun. Alleluya.

In the midst of the Church he opened his mouth, and the Lord filled him with the spirit of wisdom and understanding and clothed him in a robe of glory, alleluia.

     
Doa Pagi

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau menugasi Santo Atanasius, Uskup-Mu, untuk membela keallahan Putra-Mu. Kami mohon semoga kebenaran ini semakin meresap di dalam hati kami sehingga kami semakin mendalami iman kami dan semakin berkembang dalam cinta kasih.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
     
Bacaan dari Kisah Para Rasul (6:8-15)
    
 
"Mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh yang mendorong dia berbicara."
      
Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. – Anggota-anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. – Mereka datang bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan, “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.” Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; maka mereka menyergap Stefanus, lalu menyerahkan dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama. Lalu mereka mengajukan saksi-saksi palsu yang berkata, “Orang ini terus menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat. Sebab kami telah mendengar dia mengatakan bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merobohkan tempat ini dan mengubah adat-istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.” Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:23-24.26-27.29-30; Ul: 1b)
1. Sekalipun para pemuka duduk bersepakat melawan aku, hambamu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.
2. Jalan hidupku telah kuceritakan dan Engkau menjawab aku; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
3. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku. Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 4:4)
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes (6:22-29)
   
"Berkerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal."
     
Setelah Yesus mempergandakan roti, keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang danau Tiberias, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain yang dipakai murid-murid Yesus. Mereka melihat juga bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias ke dekat tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya, “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Lalu kata mereka kepada-Nya, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)



 
Renungan
 
 
Fr. Lawrence, OP  (CC BY-NC-ND 2.0)

 

 Diakon Stefanus pada bacaan pertama, dia tidak terlalu siap untuk apa yang akan terjadi ketika dia terkejut dan ditangkap dan dibawa ke hadapan Sanhedrin. Tuduhan yang diajukan terhadapnya sangat serius dan itu bisa membuatnya kehilangan nyawanya. Dia harus memutuskan apa yang harus dilakukan saat itu. Lebih dari sekedar reputasinya, itu akan menjadi tentang keyakinan dan keyakinannya.

 Ini memang situasi yang menyedihkan, tetapi ketika para anggota Sanhedrin menatap Stefanus dengan saksama, wajahnya tampak seperti wajah malaikat. Sendirian dan dikelilingi oleh musuh-musuhnya, mereka mungkin terkejut dengan ekspresi ketenangannya. Kita mungkin tidak berada dalam situasi yang menyusahkan seperti Stefanus, tetapi situasi stres dan tidak bahagia adalah apa yang sering kita alami dalam hidup.

 Apa yang bisa kita lakukan dalam situasi seperti itu? Kita bisa resah dan cemberut dan ketidaksenangan tertulis di seluruh wajah kita. Atau kita dapat melakukan apa yang Tuhan inginkan dari kita, dan itu adalah percaya bahwa Dia akan membantu kita menangani situasi yang tidak menentu seperti itu. Itu harus menjadi keyakinan dan keyakinan kita. Hanya dengan begitu wajah kita akan terlihat seperti wajah malaikat.
 
  
  Hari ini, kita merayakan pesta salah satu santo yang dikenang sebagai pembela besar iman Katolik, dirinya sendiri seorang bapa dan penatua Gereja yang terkenal, yaitu St. Atanasius , juga dikenal sebagai pendukung ortodoksi Katolik melawan berbagai bidah, terutama terhadap bidat Arian yang kemudian tersebar luas dan mendapat dukungan bahkan di antara banyak uskup dan pemimpin sekuler.
  
  St Atanasius adalah Uskup dan Patriark Aleksandria, dan karena itu merupakan salah satu pemimpin Gereja yang paling senior dan berpengaruh pada masanya. Menanggapi bidat Arian yang tersebar luas baik di dalam Takhta dan di seluruh Gereja pada saat itu, St. Atanasius memimpin upaya untuk melawan kepalsuan para Arian dan mencoba yang terbaik untuk menyingkirkan ajaran sesat baik di Takhta maupun di luarnya. Dia adalah titik pusat upaya untuk kembali ke iman Kristen yang benar dan ortodoks. 
 
 St. Atanasius harus menanggung banyak cobaan dan tantangan atas semua upaya dan dedikasinya pada kebenaran Tuhan, melawan semua orang yang telah memilih untuk percaya pada diri mereka sendiri, versi iman yang sesat dan sesat, yang merupakan awal mula munculnya ajaran sesat itu. Ajaran sesat itu mengubah kebenaran Tuhan dan menggabungkannya dengan kepalsuan dan kebohongan, yang mungkin lebih dapat diterima dan enak daripada kebenaran itu sendiri, tetapi salah dalam esensi dan kebenaran.
 
  St Atanasius harus melawan otoritas sekuler dan semua uskup, imam dan pendukung awam dari bidat Arian antara lain, dan dia menghabiskan bertahun-tahun di pengasingan dari Takhta Aleksandria, diasingkan sebanyak lima kali tidak kurang. Begitulah cara St. Atanasius bertahan begitu banyak karena setia dan berkomitmen pada kebenaran Allah. St. Atanasius tetap berani dan kuat meskipun ada penentangan terhadapnya dan terlepas dari semua penghinaan, serangan dan penganiayaan lain yang dia terima.
 
   Pada akhirnya, St. Atanasius, usahanya yang tak kenal lelah, kesalehan pribadinya yang besar dan dedikasinya kepada Tuhan berperan sebagai bagian dari upaya yang lebih besar oleh banyak orang lain yang juga membela iman Kristen yang sejati dan tidak berubah seperti yang dijunjung oleh Konsili Ekumenis Nicea dan Konsili Ekumenis berikutnya. Bidat Arian akhirnya ditundukkan, dan iman yang benar akhirnya menang. Butuh waktu bertahun-tahun sebelum kemenangan ini tercapai.
 
 Saudara dan saudari dalam Kristus, marilah kita semua mengikuti jejak St. Atanasius dan terinspirasi oleh iman dan keberaniannya. Marilah kita semua tetap teguh dalam pengabdian dan komitmen kita kepada Tuhan, mengetahui bahwa kita mungkin harus menghadapi pertentangan dan tantangan dalam perjalanan iman kita, ketika iman kita mungkin ditantang oleh godaan dan kepalsuan yang ada di dunia ini dan di sekitar. kita, seperti yang pernah dialami St. Atanasius sendiri. Janganlah kita berkecil hati, karena yakinlah bahwa Tuhan sendiri akan menyertai kita, dan Dia akan membimbing kita melalui semua ini. 
 
  Semoga Tuhan menjadi penolong kita dan semoga Dia menguatkan kita semua untuk menjalani hidup kita dengan lebih setia mulai sekarang. Semoga Tuhan memberkati kita semua dan banyak usaha baik kita mulai sekarang untuk kemuliaan Tuhan yang lebih besar. St Atanasius, pembela iman yang suci dan hamba Tuhan yang diberkati, doakanlah kami semua. Amin.  (RENUNGAN PAGI)
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 
 

Antifon Komuni (1Kor 1:23-24)
   
Kami memaklumkan Kristus yang tersalib, Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah. Alleluya.
    
atau 1Kor 3:11

Tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus, alleluya.

No one can lay a foundation other than the one that is there, namely, Jesus Christ, alleluia.


Doa Malam

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, berkat kebangkitan Kristus Putra-Mu, Engkau memulihkan kami untuk hidup abadi. Semoga rahmat Paskah semakin tampak dalam hidup kami, dan memberi kami kekuatan untuk mencapai keselamatan kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy